Bupati Banyuwangi: Boarding School itu Mengadaptasi Pesantren

Oleh stella maris pada 22 Jun 2019, 12:58 WIB
Diperbarui 22 Jun 2019, 12:58 WIB
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

Liputan6.com, Jakarta Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak masyarakat untuk melek mengenai istilah boarding school alias pendidikan berbasis asrama. Bukan hanya itu saja, masyarakat (pondok pesantren) juga diminta untuk menangkap peluang tersebut. 

"Pada dasarnya, boarding school yang saat ini digandrungi masyarakat itu mengadaptasi pesantren. Oleh karena itu, sudah semestinya pesantren menjadi yang terdepan untuk memenuhi ceruk pendidikan ala boarding school ini," ujar Anas saat meresmikan gedung baru SMP Unggulan Pesantren Al-Anwari, Kertosari, Banyuwangi, Kamis (20/6).

Meningkatnya kenakalan remaja yang terjadi di antara jam sekolah dan jam kala mereka di rumah, menurut Anas, ditengarai menjadi penyebab tingginya minat orang tua memasukkan anak pada sekolah yang menerapkan boarding school. Mereka ingin putra-putrinya tidak hanya dididik paruh waktu, tapi juga bisa terpantau dengan baik.

"Di sekolah, anak bisa dipantau. Begitu pula saat di rumah. Namun, ketika beraktivitas di antara dua tempat tersebut, kita kesulitan untuk mengawasi. Di sinilah bisa menjadi pintu masuk berbagai hal negatif," imbuh Anas.

Untuk itu, Anas mengapresiasi Pesantren Al-Anwari yang kini mengembangkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berbasis boarding school. Sebagai salah satu pesantren yang cukup eksis di pusat kota, Al-Anwari diharapkan menjadi alternatif orang tua untuk mendidik anak-anaknya.

"Saya bersyukur, Al-Anwari ini menjadi alternatif pendidikan agama di tengah kota. Banyuwangi memiliki banyak pesantren, tapi tidak banyak yang ada di tengah kota," ungkapnya.

Anas sendiri mewacanakan adanya peningkatan jenis pendidikan di Banyuwangi. Seperti halnya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di Banyuwangi. Hal tersebut diharapkan bisa menjadi motor penggerak pendidikan agama.

"Jika ada IAIN di Banyuwangi, salah satu yang mendapat berkahnya adalah pesantren di sekelilingnya. Akan banyak mahasiswa yang mondok di pesantren-pesantren itu," terangnya.

Gagasan tersebut, tak sekadar harapan belaka. Dia akan segera mengkomunikasikannya dengan forum petinggi IAIN seluruh Indonesia yang sedang menggelar acara di Banyuwangi.

"Semoga dengan beberapa insentif yang diberikan oleh pemkab, hal tersebut bisa segera terealisasi," jelasnya. 

 

(*)