Menanti Bakal Calon Pimpinan KPK dari Petinggi Polri

Oleh Fachrur Rozie pada 21 Jun 2019, 07:31 WIB
ilustrasi KPK

Liputan6.com, Jakarta - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid IV akan segera mengakhiri masa jabatannya. Ketua DPR Bambang Soesatyo sempat menyatakan jika sebelum masa jabatannya berakhir, DPR sudah menentukan lima nama komisioner KPK jilid V.

"Sebelum berakhir jabatan (di DPR) Oktober nanti, sekitar September, kita sudah bisa selesaikan calon pimpinan KPK yang baru," ujar Bambang Soesatyo beberapa waktu lalu.

Kini Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah membentuk panitia seleksi calon pimpinan KPK. Para pansel pun sudah mendatangi beberapa instansi agar menyodorkan nama untuk menjadi pimpinan antirasuah

Dan kini beredar nama sembilan Pejabat Tinggi (Pati) Polri yang maju mendaftar sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK). Namun nama-nama itu disebut belum final apakah kesembilannya akan maju semua menjadi capim KPK atau tidak.

Menurut Karopenmas Divisi Humas Polri, di dalam internal Polri ada peraturan Kapolri tentang penugasan khusus. Dalam hal ini masih ada tahapan pemeriksaan administrasi secara internal tentang kompetensi, rekam jejak, dan lainnya.

Kepastian siapa saja yang akan maju sebagai capim KPK, menurut Dedi akan dikirim ke Pansel KPK satu hari sebelum pendaftaran ditutup. Yakni 4 Juli 2019.

Meski begitu, anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Andrea H. Poeloengan malah menyayangkan jika hanya sembilan Pati Polri yang mencoba peruntungan menjadi pimpinan antitasuah.

"Bagus-bagus saja kalau pada maju, hanya sayang kok cuman 9 orang. Kan banyak lagi yang kompeten," ujar Andrea kepada Liputan6.com, Kamis (20/6/2019).

Menurut Andrea, semakin banyak Pati Polri yang bersaing menjadi pemimpin dalam memberantas tindak pidana korupsi akan semakin baik. Meski banyak dari lembaga atau instansi lain yang juga menyodorkan nama untuk bekerja di Gedung Merah Putih.

Andrea berharap, baik Pati Polri atau dari lembaga lain yang nantinya terpilih menjadi pimpinan komisi antirasuh akan memerangi korupsi dan bisa memberikan kesadaran kepada pejabat negara agar tak terjerumus ke dalam kubangan korupsi.

Dari kesembilan nama Pati Polri berdasarkan surat yang beredar diketahui ada nama Wakabareskrim Antam Novambar. Antam sempat dituduh mengancam Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK Endang Tarsa.

Kejadian tersebut terjadi sekitar tahun 2015. Antam sendiri tak pernah mengakui tuduhan tersebut.

Meski namanya pernah terseret dugaan ancaman kepada petinggi di lembaga antirasuah, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebut hal itu akan ditelusuri oleh panitia seleksi (Pansel) capim KPK.

Menurut Saut, dalam menentukan siapa yang pantas menjadi penerus dirinya adalah pansel capim KPK jilid V. Sama seperti ketika dirinya dan keempat pimpinan KPK jilid IV terpilih, ada metode khusus yang dimiliki pansel.

"Menurut saya, sah-sah saja mengajukan siapa saja, siapa saja mau daftar, siapa saja sesuai ketentuan itu boleh saja, tapi akan ada penilaian," ujar Saut di Gedung KPK.

Menurut Saut, setiap orang berhak maju sebagai pimpinan KPK asal memiliki integritas. Semakin banyak yang maju sebagai capim KPK jilid V, maka akan semakin banyak pilihan.

"Karena kita kan harus menghimpun dulu sebanyak orang, panselnya juga bilang kan juga bilang sebanyak mungkin nama," kata Saut.

Berbeda dengan Saut, Juru Bicara KPK Febri Diansyah enggan menanggapi kesembilan nama Pati Polri yang akan maju sebagai capim KPK jilid V. Menurut Febri, yang pantas menanggapi adalah Pansel KPK.

"Jadi KPK secara kelembagaan tidak tepat untuk menanggapi secara spesifik terhadap sembilan nama itu atau nama per nama," tutur Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019).

Sembilan perwira tinggi atau jenderal polisi dikabarkan masuk dalam bursa calon pimpinan KPK. Beberapa nama diantaranya menduduki jabatan penting di kepolisian.

2 of 3

9 Pati Polri yang Masuk Bursa Capim KPK

Dalam Surat Kapolri bernomor B/722/VI/KEP/2019/SSDM tertanggal 19 Juni 2019, dari daftar nama itu terdapat nama-nama yang tidak asing di tengah masyarakat.

Para jenderal tersebut adalah Wakabreskrim Irjen Antam Novambar, Irjen Dharma Pongrekun yang saat ini bertugas di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Irjen Coki Manurung yang merupakan Widyaiswara Lemdiklat, Analis Kebijakan Utama bidang Polair Baharkam Irjen Abdul Gofur.

Selain itu, Brigjen Muhammad Iswandi Hari yang bertugas di Kemenakertrans, dosen Sespim Polri Brigjen Bambang Sri Herwanto, Brigjen Agung Makbul di Divisi Hukum Polri, Analis Kebijakan Utama Lemdiklat Brigjen Juansih, serta Wakapolda Kalbar Brigjen Sri Handayani.

3 of 3

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓