Jokowi Targetkan Seluruh Bidang Tanah di Bali Sudah Tersertifikat Tahun Ini

Oleh Lizsa Egeham pada 14 Jun 2019, 11:56 WIB
Diperbarui 14 Jun 2019, 11:56 WIB
Jokowi Cari Salak Bali Saat Kunjungi Pasar Sukawati
Perbesar
Presiden Jokowi dan ibu negara Iriana Jokowi di Pasar Sukawati. (dok. Instagram @sekretariat.kabinet/https://www.instagram.com/p/ByrMMNxgdSH/Dinny Mutiah)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyerahkan 3.000 sertifikat tanah untuk rakyat di Lapangan Kilobar, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menargetkan seluruh bidang tanah di Provinsi Bali sudah tersertifikat tahun ini.

"Kita perkirakan 2025 seluruh sertifikat yang 80 juta bisa diberikan dan patut bersyukur. Khusus Provinsi Bali, nanti pertama semua sertifikat selesai, tahun ini. Bali adalah provinsi pertama yang semuanya bisa pegang sertifikat," kata Jokowi di Lapangan Kilobar Kabupaten Bangli Provinsi Bali, Jumat (14/6/2019)

Jokowi mengatakan bahwa setiap dirinya melakukan kunjungan ke daerah di Indonesia, selalu ada keluhan sengketa dan konflik tanah. Untuk itu, dia ingin agar 126 juta bidang tanah tersertifikat pada 2025.

"Oleh karena itu, yang namanya sertifikat tanda bukti hak hukum atas tanah, yang kita miliki penting sekali untuk dinginkan suasana di daerah agar enggak ada lagi sengketa," ujarnya.

Mantan Wali Kota Solo itu memperbolehkan masyarakat untuk menggadaikan sertifikat tanah untuk modal investasi dan usaha. Namun, dia meminta agar hak tersebut dikalkulasikan terlebih dahulu dengan matang.

"Saya titip gunakan itu untuk modal kerja, modal usaha, modal investasi, jangan untuk yang lain-lain. Kita ini biasanya dapat Rp 300 juta, senang kan, Rp 150 juta beli mobil, enggak bisa cicil mobil, 6 bulan mobil ditarik ke dealer," ucap dia.

2 dari 3 halaman

83 Persen Sudah Bersertifikat

Sementara itu, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil menjelaskan hingga kini 83 persen dari 1,8 juta bidang tanah di Bali sudah tersertifikat. Sofyan menyebut ada 180ribu bidang tanah lagi yang perlu diberikan sertifikat agar tak ada sengketa.

"Jadi Bali yang pertama dimana seluruh tanahnya bersertifikat, sampai saat ini dati 147 ribu yang harus kami selesaikan 2019, sudah 66 ribu selesai disertifikat," jelas dia.

"Mudah-mudahan sertifikat menjadi bekal bermanfaat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga," sambung Sofyan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait