Arus Mudik Lancar, Penerapan Sistem One Way Dipuji

Oleh Liputan6.com pada 09 Jun 2019, 09:27 WIB
Arus Lalin di Gerbang Tol Palimanan

Liputan6.com, Jakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memberlakukan sistem one way atau satu arah pada saat dimulainya arus mudik Idul Fitri 1440 Hijriah. One way dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan tol yang digunakan pemudik.

Saiful Riswanto (28), salah seorang pemudik dari Depok, mengaku dengan dibuatnya sistem satu arah tersebut perjalanan mudiknya menuju Semarang, Jawa Tengah, menjadi lancar.

"One way dari KM 90 sampai arah Semarang. Alhamdulillah di tol enggak terlalu macet dengan adanya penutupan gerbang Tol Cikarang sama dibuat one way," kata Saiful kepada merdeka.com, Minggu (9/6/2019).

Meskipun Ipul panggilannya, sempat terjebak kemacetan selama berjam-jam, menurutnya itu hal yang wajar terjadi pada saat arus mudik Lebaran.

"Kena macet keluar Tol Pejagan dari Bumiayu sampe Linggapura kurang lebih 2-3 jam," sebutnya.

Ia pun menegaskan, selama perjalanan mudik pada Senin 3 Juni lalu tidak ada kemacetan parah hingga berpuluh-puluh kilometer.

"Perjalanan di tol tidak terlalu macet, mungkin karena pemudik lainnya berangkat sebelum H-2," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, dengan adanya infrastruktur Trans Jawa sangat membantu masyarakat dalam mudik Lebaran.

"Arus mudik menuju Jawa Timur dan Jawa Tengah relatif lancar dengan adanya infrastruktur Trans Jawa, itu sangat membantu sekali. Saya mengecek dengan Panglima TNI sampai ke Jawa Timur, relatif bagus," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 5 Juni 2019.

Menurutnya, sistem satu arah yang diterapkan di jalur ini bisa dibilang yang terpanjang, karena dilakukan hingga Semarang, Jawa Tengah.

"Ini juga sangat membantu, begitu terjadi kepadatan dilakukan contraflow sebagian jalan dipakai untuk arus menuju Jawa. Kemudian dilakukan juga ketika kepadatan meningkat, dilakukan one way. Bahkan one way terpanjang sampai dengan ke Semarang, namanya gerbang Tol Kalikangkung itu 400 KM," ujar Tito.

 

Reporter: Nur Habibie