BNPB: Waspadai Banjir dan Longsor Saat Mudik

Oleh Liputan6.com pada 31 Mei 2019, 18:06 WIB
Diperbarui 01 Jun 2019, 13:15 WIB
Jalur mudik di sisi barat Kabupaten Cilacap rawan longsor. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Jakarta - Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Wisnu Widjaja menyebut, bencana hidrometeorologi atau bencana yang disebabkan oleh hujan menjadi ancaman mudik tahun ini. Bencana itu adalah banjir dan longsor.

"21 persen yang baru ke arah kemarau, berarti masih ada 79 persen itu berpotensi hujan, hujan ini berpotensi tanah longsor atau banjir," ujar Wisnu di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (31/5/2019).

Wisnu menjelaskan, wilayah yang berpotensi terjadi longsor akibat hujan adalah wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Lebih spesifik diperingatkan bagi pemudik yang menempuh jalur di Sumatera bagian utara, pesisir barat, dan bagian tengah.

"Ada potensi untuk terjadi hujan dan bisa memicu longsor. Itu yang perlu hati-hati," imbuhnya.

Sementara, Pulau Jawa, Bali, sampai Nusa Tenggara relatif sudah memasuki kemarau. Kecuali Jawa bagian barat atau daerah Banten masih basah.

"Di Jawa pada umumnya musim kering," kata Wisnu.

Dia mengatakan, BNPB dan kementerian terkait sudah membuat peta terkait jalur mudik. Resiko bencana ditiap daerah bisa dilihat melalui aplikasi buatan BNPB bernama Inarisk. Di sana bisa dilihat berbagai macam informasi seperti peta risiko longsor sampai gunung berapi.

"Jadi digunakan pada saat ada hujan kita bisa ngecek posisi kita dimana dan itu daerah longsor atau tidak sehingga kita bisa waspada," kata Wisnu.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi