Kapolri Terapkan Body System Cegah Teror ke Petugas di Jalur Mudik

Oleh Liputan6.com pada 31 Mei 2019, 14:04 WIB
Diperbarui 31 Mei 2019, 14:17 WIB
TNI dan Polri Gelar Apel Pengamanan Pilpres 2019

Liputan6.com, Purwakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengimbau kepada seluruh jajarannya yang bertugas mengamankan mudik Lebaran untuk tetap waspada terhadap segala kemungkinan ancaman teror.

Untuk mencegah serangan teror, Tito mengatakan, para personel yang mengamankan mudik akan dikawal personel lainnya. 

"Dalam pengamanan ini ada petugas pengamanan menggunakan body system. Jadi ada petugas yang dilengkapi senjata, baik TNI atau Polri menjaga aparat lainnya dalam pengamanan arus mudik ini. Seperti satu polwan yang bertugas ditemani koramil yang bersenjata saat bertugas," kata Tito saat meninjau arus mudik di Pos Polisi Cikopo, Kabupaten Purwakarta, Jumat (31/5/2019).

Menurut Tito, sistem ini sengaja diterapkan untuk meminimalisir terjadinya ancaman teror yang menyasar petugas di lapangan. Berdasarkan pengalaman arus mudik tahun lalu, ada polisi yang ditembak terduga teroris saat melakukan pengamanan arus mudik.

"Ini tahun lalu juga diterapkan cara bagi sistem karena ada serangan teror di jalan tol yang menuju ke arah Cirebon. Jadi di sana ada petugas polisi yang ditembak, maka aparat yang mengamankan jalur mudik menerapkan bagi sistem," terang Tito seperti dilansir Antara.

Tito menambahkan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan informasi terkait dengan rencana serangan teror saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2019.

"Namun, kami harus tetap waspada karena ada beberapa sel teroris yang ada di wilayah Jawa Barat ini, sebelumnya juga ada 15 orang yang ditangkap terkait teroris. Kemudian setelah pemilu juga ada pelaku teroris yang kita tangkap di Bekasi dan Sukabumi," kata dia.

Pihaknya optimistis bahwa penerapani 'body system' itu efektif untuk melindungi aparat yang melakukan tugas pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

2 of 3

22 Ribu Personel Siaga

Panglima dan Kapolri Tinjau Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2019
Polisi lalu lintas mengikuti apel operasi ketupat 2019 di lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa (28/5/2019). Apel gelar pasukan operasi ketupat 2019 melibatkan 93.589 personel Polri, 13.131 personel TNI, 18.906 personel Kementerian dan Dinas terkait, 11.720. (merdeka.com/Imam Buhori)

Sebelumnya, 22 ribu personel gabungan disiapkan dalam pengamanan pada masa libur Lebaran 2019. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari unsur Polri, TNI, dan instansi lain.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, instansi yang turut terlibat dalam pengamanan tersebut antara lain Dinas Perhubungan, Dinas Kebakaran, Dinas Kesehatan, PMI, dan PLN.

"Petugas sebanyak 22 ribu baik TNI, Polri dan instansi terkait," kata Trunoyudo saat ditemui di Mapolda Jabar, Senin 27 Mei 2019.

Selain menyiagakan petugas, pihaknya juga menyiapkan posko terpadu untuk mudik libur Lebaran di tiga wilayah yakni Limbangan, Cikopo dan Pamanukan. Sedangkan pos keamanan disiapkan sebanyak 35 buah dan 275 pos pelayanan.

"Pengamanan dilakukan di jalur-jalur yang akan dilalui pemudik, tempat perbelanjaan, perumahan, tempat ibadah, empat wisata serta rest area," ujarnya.

Saat ini, Trunoyudo mengatakan, jajaran Polda Jabar sudah melaksanakan tahap persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2019.

"Kami sudah sampai latihan pra operasi. Kapolda hari ini melakukan pengecekan khususnya di jalur utara dan di jalur tol, di antaranya adanya perubahan penggeseran Gerbang Tol (GT) yang awalnya di Cikarang Utama menjadi di Cikampek Utama dan Kalihurip," ujarnya.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓