Pelajari Bencana Masa Lalu Nusantara, BNPB Kirim Tim ke Belanda

Oleh Yopi Makdori pada 29 Mei 2019, 13:23 WIB
Diperbarui 29 Mei 2019, 14:17 WIB
Kepala BNPB Letjen Doni Monardo

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan tim ke Belanda yang terdiri dari pegawai kementerian dan akademisi. Tim ini akan mencari data-data mengenai bencana yang terjadi di Indonesia pada masa lalu. 

Tim pertama berangkat pada 17-21 Mei 2019 yang lalu.

"Intinya adalah bagaimana kami bekerja sama mendapatkan data-data lebih banyak tentang peristiwa masa lalu yang dimiliki Belanda dan tersimpan di arsip nasional Belanda dan di beberapa perguruan tinggi Belanda," kata Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo, di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (29/5/2019).

Menurut dia, tim tersebut akan memastikan ada atau tidaknya sejumlah dokumen yang berhubungan dengan bencana alam pada masa lalu di Indonesia. Mereka juga mempelajari beberapa data yang mereka temukan.

"Bahkan rupanya VOC itu selama ratusan tahun baik itu mereka berada di Afrika Selatan dan juga di wilayah nusantara itu mereka setiap hari memberikan laporan tentang cuaca. Pagi siang dan sore atau malam. Dan itu sangat disiplin ya menurut keterangan dari kepala arsip nasional Belanda. Dan kita coba untuk mendapatkan data-data ini sehingga kita bisa tahu apa yang terjadi pada kurun waktu 30-50 tahun terakhir di Indonesia," ujar Doni.

Kendati begitu, tim pertama yang dikirim BNPB mengalami kesulitan dalam memahami isi dokumen tersebut. Hal ini dikarenakan bahasa yang digunakan dalam dokumen tersebut sudah jarang dipahami oleh orang Belanda sendiri. Belum lagi dokumen tersebut ditulis tangan bukan diketik oleh mesin ketik.

"Jadi bahasanya bahasa masa lalu dan ternyata membutuhkan keahlian khusus membaca itu sehingga dibaca benar. Dan semuanya tulisan tangan," papar Doni.

 

2 dari 3 halaman

Belum Dapat Hasil Maksimal

Dampak Tsunami di Petobo, Palu
Citra satelit 1 Oktober 2018 yang disediakan oleh DigitalGlobe ini menunjukkan lingkungan Petobo di Palu, Indonesia, setelah gempa bumi dan tsunami berikutnya menyebabkan kerusakan dan likuifaksi yang besar di desa. (DigitalGlobe, perusahaan Maxar via AP)

Oleh karena itu, tim pertama belum menghasilkan informasi yang signifikan terkait info kebencanaan pada masa lalu. Selanjutnya pihaknya akan mencari orang-orang yang tepat untuk kembali diberangkatkan ke Belanda.

"Karena untuk mendapatkan dokumen membutuhkan waktu yang cukup lama juga, belum nanti menerjemahkannya kemudian menganalisa hasil temuan-temuan itu. Ya paling tidak butuh waktu antara 1-2 tahun," kata Doni.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓