Anies Baswedan: Pejabat Harus Mau Dikritik Hingga Dimaki

Oleh Ratu Annisaa Suryasumirat pada 26 Mei 2019, 20:36 WIB
Diperbarui 26 Mei 2019, 20:36 WIB
Kartu Lansia Jakarta
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan sambutan saat membagikan Kartu Lansia Jakarta (KLJ) 2019 di Jakarta Islamic Center, Koja, Rabu (24/4). Penerima KLJ adalah warga ber-KTP DKI berusia di atas 60 tahun dan tidak memiliki penghasilan tetap atau kurang mampu. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sama sekali tidak mempermasalahkan adanya petisi untuk mencopot dirinya dari jabatan gubernur. Menurutnya, semua orang berhak menyampaikan kritiknya.

Sebagai pejabat di ranah publik, kata Anies, dirinya harus siap menghadapi kritikan dari masyarakat. Bahkan dicaci maki sekalipun.

"Setiap warga negara berhak menyampaikan, berhak mengkritik, dan kalau berada di ranah publik harus mau dikritik, bahkan dicaci maki pun harus biasa-biasa saja. Ya inilah wilayah publik," ujar Anies di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (26/5/2019).

"Dicaci tidak tumbang, dipuji tidak terbang," katanya melanjutkan.

Anies menuturkan, alamat keluh-kesah masyarakat adalah pejabat publik. Karena itu, semua pejabat publik, termasuk dirinya harus siap mendengarkan pendapat dan keluhan masyarakat.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menegaskan, pernyataan tersebut pernah dikatakan jauh sebelum menjabat sebagai Gubernur DKI. Karenanya, Anies menilai penangkapan terhadap masyarakat yang mengkritik pemerinta adalah berlebihan.

"Karena itu kalau ada yg mengkritik nggak usah ditangkap. Saya nggak pernah menangkap orang yang mengkritik saya, sama sekali," Anies mengakhiri.

 

2 dari 3 halaman

Petisi Anies Mundur

Buruh berdemo di Balai Kota menuntu janji Anies (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)
Perbesar
Buruh berdemo di Balai Kota menuntu janji Anies (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Sebelumnya, muncul petisi di laman change.org yang menuntut Anies mundur karena dinilai tidak mampu menyelesaikan pekerjaan. Petisi tersebut telah dibuat oleh akun Opini Kamu sejak 10 bulan lalu.

Hingga Minggu 26 Mei 2019 pukul 19.34 WIB, petisi tersebut telah mendapat 132.159 dari target 150.000 tanda tangan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓