Kerusuhan 22 Mei Reda, Situasi Stasiun Tanah Abang Berangsur Normal

Oleh Delvira Hutabarat pada 23 Mei 2019, 12:03 WIB
Diperbarui 23 Mei 2019, 22:17 WIB
Situasi sudah mulai kondusif dan geliat ekonomi di Tanah Abang berangsur normal. (Liputan6.com/Delvira Hutabarat)

Liputan6.com, Jakarta - Kerusuhan sempat terjadi di sekitar Stasiun Tanah Abang, Jakarta, pada Rabu 22 Mei. Kini, situasi sudah mulai kondusif dan geliat ekonomi di Tanah Abang berangsur normal.

Di stasiun Tanah Abang terpantau masyarakat sudah kembali menggunakan moda transportasi KRL. Stasiun itu sempat berhenti beroperasi saat kerusuhan pecah antara aparat dengan perusuh di Jalan Jati Baru.

"Sudah aman ini mba kata Pak Petugas (kereta)," kata Martani salah satu penumpang KRL di Stasiun Tanah Abang, Kamis (23/5/2019).

Tidak hanya penumpang KRL, pedagang kaki lima (PKL), angkot hingga ojek online juga sudah ramai mengelilingi stasiun Tanah Abang. Meski belum sepadat biasanya, namun pedagang bersyukur sudah bisa kembali berjualan.

"Enak gini bisa jualan kita, enggak usah bakar-bakar (rusuh)," kata Andi PKL yang berjualan kaos kaki.

Andi mengaku kemarin sempat menggelar lapak kaos kaki sebelum kerusuhan kemarin. Namun tiba-tiba Polisi memintanya pindah lantaran ada perusuh. "Katanya pindah pak, nanti kena, pindah dulu," ungkap Andi.

 

2 dari 3 halaman

Sisa Kerusuhan

Sementara itu, sisa kerusuhan masih ada di sekitar jalan Jati Baru Barat. Bekas pembakaran di jalan berwarna hitam, polisi, dan tentara juga masih menjaga dan menutup akses jalan itu.

Meski begitu, para driver ojek online tetap santai menunggu penumpang di depan akses jalan yang ditutup itu. "Kemarin dicopotin plang (nama jalan), itu tuh," kata seorang pengemudi ojek online.

Hingga kini, plang nama Jalan Jati Baru belum terpasang. Pagar-pagar pembatas jalan yang dirusak perusuh juga nampak masih bolong-bolong, namun geliat Tanah Abang kembali ramai.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓