Polri Pertanyakan Bukti Amien Rais Tuding Polisi Tembak Warga

Oleh Liputan6.com pada 22 Mei 2019, 16:21 WIB
Diperbarui 22 Mei 2019, 16:21 WIB
Mabes Polri Beberkan Kronologis Penangkapan Terduga Teroris di Bekasi
Perbesar
Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo memberi keterangan terkait penangkapan terduga teroris di Jakarta, Senin (6/5/2019). Sebelumnya, Densus 88/Anti Teror meringkus tujuh orang kelompok JAD jaringan Lampung dan menyita sejumlah barang bukti. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Mabes Polri membantah tudingan politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang menyebut aparat kepolisian menembak massa aksi 22 Mei 2019 secara ugal-ugalan hingga menimbulkan korban berjatuhan.

Polri mempertanyakan bukti yang dimiliki mantan Ketua MPR itu hingga menuding aparat kepolisian yang melakukan penembakan.

"Iya (kami bantah). Pak Amien Rais punya fakta apa? Sekali lagi tidak ada peluru tajam," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2019).

Dedi menjelaskan, prosedur pengamanan aksi demonstrasi sampai terjadinya kericuhan tak pernah ada penggunaan senjata api. Polisi yang dilengkapi senjata hanya pleton antianarkis.

 

2 dari 3 halaman

Mencegah

"Pleton antianarkis itu yang mengendalikan adalah Kapolda, itu pun sangat tergantung pada eskalasi ancaman," katanya.

Ketika eskalasi ancaman naik, sambung dia, sudah ada massa yang dikatakan membahayakan keselamatan masyarakat, aparat, dan merusak properti secara masif, itu pleton antianarkis turun.

"Untuk apa? Untuk mencegah, melokalisir agar unjuk rasa pendemo anarkis tersebut (tidak) merembet ke tempat lain," ucap Dedi menambahkan.

 

Reporter: Hari Ariyanti

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓