Usai Kerusuhan Massa, Pasar Tanah Abang Tutup Sementara

Oleh Ika Defianti pada 22 Mei 2019, 13:15 WIB
Diperbarui 23 Mei 2019, 22:15 WIB
Kawasan Pasar Tanah Abang Lumpuh

Liputan6.com, Jakarta - Pasar Tanah Abang Blok A-G, Jakarta Pusat saat ini ditutup sementara usai bentrokan yang terjadi pada Rabu dini hari 22 Mei 2019. Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengaku sebenarnya tidak ada imbauan untuk melakukan penutupan di kawasan Pasar Tanah Abang.

"Tapi karena akses ke lokasi masih tertutup, pedagang memutuskan masih belum membuka tempat berdagang mereka," kata Arief di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Kendati begitu, dia belum dapat memastikan kapan Pasar Tanah Abang itu akan kembali dibuka. Sebab masih mengikuti kondisi di lapangan.

"Saya sudah minta pimpinan pasar melakukan koordinasi dengan aparatur setempat, begitu memang kondisi sudah pulih dan akses kendaraan sudah bisa dilalui agar segera diinformasikan kepada pedagang," papar dia.

Selain itu, Arief menyebut terdapat sejumlah pengamanan di Pasar Tanah Abang. Blok A dan Blok B sekitar 160 security dan 100 anggota TNI.

"Untuk di Blok F sendiri ada 49 orang security dan di Blok G ada 9 orang security, semuanya saling memantau kondisi yang ada di dalam pasar," jelas Arief.

 

2 dari 3 halaman

Rugi Puluhan Miliar

Kawasan Pasar Tanah Abang Lumpuh
Kondisi kaca pecah di salah satu toko Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Dampak kericuhan di sekitar Pasar Tanah Abang yang berlangsung sejak dini hari, aktivitas perdagangan di kawasan tersebut lumpuh total. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Kawasan Pasar Tanah Abang menjadi salah satu lokasi terjadinya kerusuhan massa aksi 22 Mei dengan aparat keamanan. Imbasnya, kegiatan ekonomi di lokasi tersebut menjadi lumpuh.

Promotion Manager Pusat Perbelanjaan Tanah Abang Hery Supriyatna menyebutkan, Pasar Tanah Abang saat ini kondisinya sudah aman terkendali. "Kawasan Tanah Abang aman terkendali," kata dia saat dihubungi merdeka.com, Rabu (22/5/2019).

Kendati demikian dia mengungkapkan hari ini pasar Tanah Abang terpaksa ditutup. Tidak ada aktivitas jual beli di sana. Meskipun tidak ada kerusakan sama sekali, namun ia memperkirakan kerugian akibat penutupan tersebut mencapai miliaran rupiah.

Adapun potensi kerugian adalah tidak adanya pemasukan uang dari hasil penjualan para pedagang. "Kalau tutup berarti pedagang tidak ada omset hari ini," keluhnya.

Dia mengungkapkan, untuk Blok A, B, F dan lain-lain dengan estimasi ada 20.000 kios dengan rata-rata pendapatan terendah Rp 2 - 3 Juta per hari maka minimal potensi kerugian mencapai Rp 40 hingga Rp 60 miliar.

"Estimasi saja kalau kawasan tanah abang (Blok A,B,F,dll) ada 20 ribu kios, jika rata-rata per hari omzet mereka Rp 2-3 juta per kios bisa dihitung berapa kerugian yang ada," tutupnya.

Sedangkan PD Pasar Jaya memperkirakan tak ada kerusakan di Pasar Tanah Abang akibat kericuhan yang terjadi dini hari di sekitar kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kericuhan itu buntut dari massa pendemo di Bawaslu yang memaksa bergerak ke Jalan Wahid Hasyim.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓