Sekjen PDIP Sebut Komunikasi dengan Gerindra Terbuka Usai 22 Mei

Oleh Liputan6.com pada 21 Mei 2019, 03:34 WIB
Diperbarui 21 Mei 2019, 03:34 WIB
PDIP Gelar Rakornas
Perbesar
Sekjen PDIP Hasto Kristyanto bersama Wasekjen Eriko Sotarduga saat Rakornas pemenangan Pileg dan Pilpres 2019 di kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (1/12). Rakornas mengambil tema 'Berjuang Untuk Kesejahteraan Rakyat'. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto berbicara soal kemungkinan komunikasi dengan partai oposisi usai pengumuman resmi pemilu oleh KPU. Dia mengatakan, PDIP membuka pintu untuk berdialog dengan Gerindra yang merupakan partai pengusung utama capres 02 Prabowo Subianto.

Menurut Hasto, komunikasi dan kerja sama mungkin terjalin dengan Gerindra. Sebab, PDIP bisa bekerja sama dengan Gerindra di parlemen.

"Dengan Gerindra pun kita terbukti bisa kerja sama di parlemen. Karena mereka pasti tidak akan keluar dari parlemen, mereka juga akan menggunakan kepercayaan (pemilih) yang diberikan kepada Gerindra," ujar Hasto di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Akan tetapi, Hasto menghormati kontrak politik partai koalisi pendukung pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Kontrak itu berlaku sampai 22 Mei, seperti yang diutarakan oleh Demokrat dan PAN.

Oleh karena itu, PDIP membuka komunikasi dengan Gerindra setelah KPU mengumumkan secara resmi hasil Pemilu 2019.

"Komunikasi berjalan lancar. Sekarang tinggal menunggu legalitasnya menunggu ketok palu dari KPU, setelah itu semua bersama-sama akan berpikir bagaimana kita bergandengan tangan," jelas Hasto.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi