Keluarga Kaget Saat Endang Ditangkap Densus 88

Oleh Achmad Sudarno pada 18 Mei 2019, 07:35 WIB
Bom Teroris

Liputan6.com, Jakarta - Warga Kampung Naggewer, Kelurahan Nangewer Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tidak menyangka tetangga mereka Endang alias Pak Jenggot (51) merupakan terduga teroris.

Bahkan keluarga dan kerabat dekatnya pun tidak memercayai jika Endang adalah anggota ISIS di Indonesia. Sebab, dalam keseharian terlihat wajar dan cukup baik dengan tetangga maupun saudara-saudaranya.

Tak hanya itu, lelaki paruh baya itu juga aktif pengajian di lingkungan tempat tinggalnya dan beraktivitas seperti biasa sebagai juru parkir di minimarket Jalan Bintang Mas tak jauh dari rumah terduga.

"Saya kaget aja, tiba-tiba paman saya ditangkap pas mau berangkat kerja sebagai tukang parkir," ujar Heri Anwar, keponakan Endang.

Selama ini pamannya tinggal di rumah sendiri beserta istri dan 6 anaknya yang masih kecil. Perempuan bercadar itu dipersunting oleh Pak Jenggot sekitar empat bulan lalu, setelah lama menduda karena istri pertamanya meninggal dunia.

Heri mengaku kepribadian pamannya memang agak tertutup dalam pergaulan sosial. Endang hanya berinteraksi di tempat dia bekerja. Namun hal itu tak membuat keluarga maupun tetangga curiga.

"Memang suka ada tamu yang saya tidak kenal datang ke rumahnya. Tapi Itupun tidak sering," kata Heri.

Ketua RT 02/03, Tatang, juga mengaku tidak menyangka Endang terlibat jaringan teroris. Tatang kenal betul dengan sosok bapak enam anak itu. Sebab, Endang adalah temannya sejak sedari kecil.

"Dari kecil tinggal di sini. Orangnya sih baik, ibadahnya taat. Cuma memang sejak nikah dan punya anak Pak Endang ini jarang ngobrol sama warga," tutur Tatang.

Karenanya, Tatang sempat kaget begitu mendapat kabar tetangganya ditangkap Densus 88. Ia makin terperangah saat penggeledahan di rumah Endang ditemukan bahan baku dan bahan jadi peledak, buku-buku, paku, serta barang lainnya.

"Saya sebagai RT disuruh datang menyaksikan barang bukti yang disita. Ada buku-buku, ada cairan-cairan yang katanya kalau digoyang bisa meledak," ungkap Tatang.

Tatang mengungkapkan, Densus 88 Antiteror Mabes Polri sudah dua minggu terakhir mengincar terduga teroris Endang alias Abu Rafi alias Pak Jenggot.

2 of 2

Ditangkap Densus

Hingga akhirnya, Jumat (17/5/2019) sekitar pukul 15.30 WIB, Densus menangkap Endang saat hendak pergi bekerja sebagai juru parkir di Jalan Bintang Mas, tak jauh dari rumahnya.

Anggota Densus kemudian menggeledah rumah Endang yang berlokasi di Jalan Nangewer RT02/03, Kelurahan Nangewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

"Sudah diintai dua minggu yang lalu. Ngakunya dari Mabes Polri, sempet nunjukkin foto dan buku ke saya," tutur Tatang.

Tatang sempat menanyakan kasus yang menjerat seorang pria yang keseharian sebagai juru parkir ini hingga menjadi target operasi pihak kepolisian.

"Narkoba, katanya. Saya sampai bilang, ga mungkin kalau narkoba. Tapi polisi itu kembali jelasin, jaringannya sudah ditangkap di Bekasi," ucap Tatang.

Kapolres Bogor AKBP Andi M. Dicky mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara diduga tersangka merupakan pengikut jaringan ISIS di Indonesia.

"Saat ini terduga teroris itu sudah dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Dicky.

Saat penggeledahan di rumah tersangka, tim Densus menyita barang bukti berupa pistol jenis FN, bahan baku dan bahan jadi peledak yang dibuat secara rumahan yakni TATP dan Nitrogliserin.

Tak hanya itu, ditemukan juga beberapa panci, paku-paku termasuk juga buku-buku pembuatan bom dan buku-buku doktrin jihadis.

"Untuk bahan baku dan bahan peledak sudah jadi diamankan tim Jibom dari Brimob," kata Dicky.

Penangkapan Endang merupakan hasil pengembangan dari tersangka Tedjo Hadi Broto yang ditangkap lebih dulu di Pemalang, Jawa Tengah pada Sabtu (134/2019).

Berdasarkan keterangan Tedjo, Endang pernah melakukan I'dad di Gunung Cermai Cirebon pada Maret 2019. Selain itu, Endang juga memiliki kemampuan membuat bahan peledak.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait