MUI Ajak Masyarakat Tolak Gerakan People Power

Oleh Liputan6.com pada 14 Mei 2019, 06:24 WIB
Diperbarui 14 Mei 2019, 06:24 WIB
20161107-CMS-Stok MUI-YR4
Perbesar
Gedung MUI. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Tangerang - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang, Banten, menolak seruan pihak tertentu untuk melakukan gerakan people power terkait hasil Pemilu 2019. Gerakan itu dianggap berpotensi memecah-belah bangsa.

"Gerakan itu bisa memecah-belah kesatuan dan persatuan bangsa, untuk itu kami dengan tegas menolak," kata Ketua MUI Kabupaten Tangerang KH Ues Nawawi Gofar di Tangerang, Senin (13/5/2019) malam.

Ues menyatakan, akan mendukung penuh kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Masyarakat juga diarapkan mendukung dan menerima apapun hasilnya.

Ia mengajak semua pihak untuk mendoakan anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal. Petugas KPPS yang meninggal itu adalah para pejuang demokrasi yang sedang melaksanakan tugas untuk kepentingan bangsa dan negara.

Pendapat senada juga diutarakan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang KH. Encep Subandi yang mengajak masyarakat Indonesia untuk menerima hasil resmi dari KPU.

Encep optimistis setelah memantau kinerja KPU setempat, tidak menemukan adanya kecurangan seperti yang disampaikan pihak tertentu.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan video pilihan di bawah ini:


Kegiatan Konyol

Ia juga menolak seruan people power karena NU tidak mendukung ada pergerakan massa seperti itu. Encep menambahkan people power merupakan kegiatan yang konyol, tidak mendasar, dan tidak ada kaitannya dengan agama.

Tindakan demikian, katanya, adalah pelanggaran terhadap agama, bangsa dan dapat merusak kerukunan bangsa yang kita cintai ini.

Seperti dilansir Antara, Kepala Kantor Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tangerang, Ahmad Hidayat mengimbau warga untuk tidak terpancing isu atau ajakan people power.

Ia mengatakan lebih baik warga menunggu hasil resmi dari KPU dan menerima siapa pemimpin yang terpilih karena sudah merupakan pilihan rakyat. Hidayat menyatakan gerakan people power hanya merupakan kepentingan segelintir orang dan dari kelompok tertentu saja.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya