Menaker Sambut Baik Tawaran Kerja Sama Program Mekaar-Desmigratif dari PNM

Oleh Cahyu pada 13 Mei 2019, 16:38 WIB
Kemnaker

Liputan6.com, Jakarta Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, menerima audiensi Direktur Utama (Dirut) PNM, Arief Mulyadi, di kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, Senin (13/5/2019). Mereka membahas tentang kerja sama program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) PNM dengan Desa Migratif Produktif (Desmigratif).

Hanif yakin kerja sama ini akan mampu meningkatkan ekonomi kerakyatan di beberapa wilayah Indonesia yang menjadi desmigratif.

"Kami menyambut baik tawaran PNM Mekaar karena banyak potensi yang kita kerja samakan, terutama yang PNM bantu di wilayah-wilayah asal pekerja migran," ujarnya.

Ia mengatakan, tawaran kerja sama PNM Mekaar akan disinergikan dengan Desmigratif dengan memberdayakan masyarakat, khususnya yang berada dalam satu lokasi tujuan pengembangan ekonomi di wilayah-wilayah asal pekerja migran.

"Program PNM yang berada satu lokasi dengan Desmigratif, kita jadikan satu, kita sinergikan. Tujuannya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Intinya untuk pemberdayaan masyarakat, " ucap Hanif.

Tambahnya, kerja sama Desmigratif-Mekaar sejalan dengan program pemerintah. Sebab, PNM Mekaar merupakan program revolusi mental untuk mendidik dan menanamkan mental usaha.

Sementara itu, Arief Mulyadi memberikan apresiasi atas sambutan positif Hanif. Menurutnya, sinergi Mekaar-Desmigratif merupakan langkah tepat dalam memanfaatkan sumber dan kemampuan masing-masing lembaga untuk kesejahteraan masyarakat.

"Mekaar adalah layanan pemberdayaan melalui pembiayaan berbasis kelompok bagi perempuan pra-sejahtera. Buat kami ini suatu apresiasi dan penghargaan sebagai sesama lembaga negara," kata Arief.

Ia menjelaskan, pihaknya telah memetakan 82 kecamatan dari 400 desmigratif yang beririsan dengan wilayah kerja PNM.

"Ini menjadi prioritas untuk sinergi. Kalau PNM belum ada (wilayah kerja), Pak Menteri mengharapkan PNM hadir di situ. Ini akan terus kita upayakan, " ujar Arief.

 

 

(*)