Dinsos Jaksel Waspadai Serbuan Manusia Gerobak dan Pengemis saat Ramadan

Oleh Ady Anugrahadi pada 13 Mei 2019, 18:44 WIB
Diperbarui 13 Mei 2019, 18:44 WIB
Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan memperkirakan jumlah PMKS meningkat jelang Idul Fitri nanti. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Pada Ramadan ini, Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, mewaspadai serbuan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Ahmad Dumyani memperkirakan jumlahnya meningkat jelang Idul Fitri nanti.

"Biasanya H-5 Idul Fitri," kata Ahmad ketika dikonfirmasi, Jakarta, Senin (13/5/2019).

Menurut dia, pada awal Ramadan ini PMKS yang mulai masuk ke wilayah Jakarta Selatan adalah manusia gerobak dan pengemis yang berpura-pura bekerja sebagai pemulung.

Mereka datang dari berbagai wilayah di Indonesia dan sengaja datang ke Jakarta pada Ramadan ini. Ada yang berasal dari Tangerang, Bogor, Sukabumi, Pemalang, Brebes, dan Tegal.

"Mulai muncul. Yang banyak ada di Jalan Raya Kemang, Jalan Raya Pasar Minggu, Pondok Indah, dan Radio Dalam," ucap Ahmad.

"Sekarang juga di kompleks perumahan belakang RSUP Fatmawati sudah mulai banyak pemulung," dia melanjutkan.

 

2 dari 3 halaman

Galakkan Patroli

Manusia Gerobak
Manusia Gerobak (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Ahmad menjelaskan, pihaknya pun tak henti-henti menghalau para PMKS tersebut. Setidaknya, terdapat 100 personil yang berkeliling ke sejumlah titik.

"Petugas kami di lapangan selalu mobile. Nanti yang tertangkap akan digiring ke PSBIBD1 di Kedoya maupun PSBIBD2 di Ceger. Terus dikeluarin abis lebaran," ucap dia.

Ahmad mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak memberi sesuatu kepada manusia gerobak yang berada di pinggir jalan.

"Di samping tidak mendidik juga dapat menimbulkan kemacetan," tutup dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓