Gayus Lumbuun Menilai Wacana Pengerahan People Power Cenderung ke Makar

Oleh Maria Flora pada 11 Mei 2019, 09:01 WIB
Diperbarui 12 Mei 2019, 05:43 WIB

Fokus, Jakarta - Mantan Hakim Mahkamah Agung Gayus Lumbuun menilai wacana pengerahan kekuatan rakyat atau people power yang ada saat ini cenderung mengarah ke gerakan makar.

"People power ini bisa masuk pada makar, menggulingkan pemerintah dengan sah dengan cara yang menyimpang atau melawan hukum," kata mantan Hakim Mahkamah Agung Gayus Lumbuun.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Sabtu (11/5/2019), hal senada disampaikan dosen filsafat Universitas Indonesia (UI) Donny Gahral Adian. Menurut Donny, wacana people power saat ini tidak tepat. Sebab, tidak ada kondisi yang memungkinkan people power.

"Ada kondisi di mana ekonomi kita sedang terpuruk, masyarakat merasakan betul kesulitan ekonomi. Tapi dalam kondisi politik yang normal pemilu berjalan dengan lancar dan demokratis" ujarnya.

Sementara itu, Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Saiful Rohman mengimbau agar kelompok-kelompok tertentu tidak mengorbankan demokrasi demi kekuasaan.

"Jangan lah untuk kelompok-kelompok kecil yang hanya ingin merebut suatu kekuasaan atas nama demokrasi kemudian isu people power, yang paling penting adalah mereka itu kita ajak berdialog," jelas dosen Sosiologi UNJ Saiful Rohman.