Bibit Siklon Tropis Tumbuh di Laut Banda, Waspada Cuaca Buruk di Beberapa Wilayah Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 08 Mei 2019, 07:04 WIB
Diperbarui 08 Mei 2019, 07:04 WIB
Bibit siklon tropis terpantau berada di Laut Banda sebelah selatan Maluku.
Perbesar
Bibit siklon tropis terpantau berada di Laut Banda sebelah selatan Maluku. (Foto: BMKG)

Liputan6.com, Jakarta - Bibit siklon tropis terpantau berada di Laut Banda sebelah selatan Maluku. Bibit siklon tropis diprediksi akan menguat dan mengakibatkan cuaca buruk di sejumlah wilayah Indonesia.

"Bibit siklon tropis dengan kode 93S terpantau berada di Laut Banda sebelah selatan Maluku, tepatnya di sekitar 6,9 derajat Lintang Selatan 128,5 derajat Bujur Timur," ujar Deputi Bidang Meteorologi, Mulyono R Prabowo dalam rilisnya, Selasa, 7 Mei 2019.

Berdasarkan pantauan BMKG, diketahui bibit siklon tropis tersebut memiliki kecepatan angin maksimum di pusatnya mencapai 25 knot dan tekanan minimum hingga 1006 hPa. Bibit siklon diprediksi menguat hingga beberapa hari ke depan dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

"Bibit siklon ini diprediksi akan menguat dan mencapai intensitas siklon tropis dalam 24 - 48 jam kedepan. Adapun pergerakannya mengarah ke Selatan-Barat Daya (menjauhi wilayah Indonesia)," lanjut Prabowo.

Keberadaan bibit siklon tropis 93S, diperkirakan mengakibatkan kondisi cuaca buruk di beberapa wilayah Indonesia. Wilayah timur diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan angin kencang.

"Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di wilayah Maluku bagian tenggara, dan NTT bagian timur," katanya.

"Angin dengan kecepatan diatas 25 knot atau 48 km/jam berpeluang terjadi di NTT, Maluku, dan Papua bagian selatan," lanjut dia.

Selain itu, kondisi gelombang tinggi dengan ketinggian bervariasi juga berpeluang terjadi di sejumlah perairan Indonesia.

"Gelombang dengan ketinggian 1.25 - 2.50 m berpeluang terjadi di perairan selatan Ambon, perairan selatan Kepulauan Kei - Kepulauan Aru, perairan utara Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru bagian timur, perairan barat Yos Sudarso," tutur Prabowo.

2 dari 2 halaman

Masyarakat Waspada

Selain itu, gelombang dengan ketinggian hingga 2.50 - 4.0 meter juga berpeluang terjadi di Laut Banda bagian utara, perairan Kepulauan Babar - Kepulauan Tanimbar, dan Laut Arafuru bagian tengah. Sementara gelombang dengan ketinggian mencapai 6 meter juga diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan.

"Gelombang dengan ketinggian 4.0 - 6.0 m berpeluang terjadi di Laut Banda bagian selatan, perairan Kep. Sermata - Kep. Letti, Laut Arafuru bagian barat," jelasnya.

BMKG terus memantau perkembangan bibit siklon tropis ini setiap saat melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.

Masyarakat dihimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang serta potensi gangguan transportasi laut akibat angin kencang dan gelombang tinggi.

 

Dewi Larasati

 

Lanjutkan Membaca ↓