Panglima: Netralitas TNI Masih Terjaga Sampai Saat Ini

Oleh Liputan6.com pada 07 Mei 2019, 18:56 WIB
Diperbarui 07 Mei 2019, 18:56 WIB
Panglima TNI Perintahkan Prajurit Mahir Bertempur dan Deteksi Aksi Inkonsitusional
Perbesar
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memerintahkan para prajurit TNI meningkatkan kemahiran mereka dan memahami perkembangan teknologi (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Liputan6.com, Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, netralitas TNI di Pemilu 2019 sampai saat ini masih terjaga. Pihaknya pun selalu berupaya menjaga netralitas tersebut.

"Sampai saat ini netralitas seluruh prajurit masih tetap terjaga. Terus kita jaga netralitas tersebut," jelasnya saat menghadiri rapat kerja dengan Komite I DPD RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan berbagai persiapan pihaknya dalam rangka mengamankan proses pesta demokrasi 2019. Hingga saat ini, pihaknya masih tetap berupaya menjaga stabilitas keamanan.

"Setelah pemilu, kami prediksi perkembangan situasi yang mungkin terjadi. Dapat muncul keberatan hasil penetapan KPU dan terlihat dari indikasi ketidakpuasan atas proses yang sedang berjalan. Beberapa pihak menyatakan kecurangan dan dapat terjadi aksi unjuk rasa dan penyerangan kantor penyelenggara pemilu, KPU, Bawaslu yang sudah kami prediksi," paparnya.

Pihaknya pun mendeteksi adanya peningkatan penyebaran berita hoaks di media sosial. Hal ini dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengacaukan situasi

"Ada aktor yang memanfaatkan situasi yang sedang berkembang," ujarnya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan video pilihan di bawah ini:


177 Ribu Personel

Panglima TNI mengingatkan, jika peserta Pemilu tidak saling mengendalikan dirinya maka dikhawatirkan akan muncul eskalasi dan stabilitas keamanan bisa tegang. Pihaknya pun mengambil berbagai langkah antisipasi di berbagai daerah dengan mengumpulkan data kerawanan dan potensi konflik pengerahan massa.

"Kami telah perintahkan satuan kewilayahan membangun kedewasaan berpolitik masyarakat," ujarnya.

Dalam Pemilu 2019, TNI menyiapkan 177 ribu lebih personel siaga di seluruh wilayah Indonesia. Sementara itu ada 4 ribu personel yang menjadi cadangan terpusat. Selain personel, berbagai alutsista juga dikerahkan seperti helikopter, pesawat Hercules, kendaraan taktis, alat penjinak bahan peledak, dan lainnya.

 

Reporter: Hari Ariyanti

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya