Fakta-Fakta Penggerebekan Terduga Teroris di Bekasi

Oleh Devira Prastiwi pada 07 Mei 2019, 13:32 WIB
Aksi Serangan Teroris

Liputan6.com, Jakarta - Aparat kepolisian kembali berhasil menangkap terduga teroris. Penangkapan itu terjadi usai penggerebekan yang dilakukan oleh Tim Densus 88 Anti-Teror.

Terduga teroris ditangkap di Kampung Pangkalan RT 11/04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pelaku yang ditangkap adalah satu orang, namun ada dua orang lagi berhasil kabur dengan membawa peledak. Sayangnya, dua orang terduga teroris tewas karena meledakkan diri dan ditembak mati oleh petugas karena melawan.

Pelaku diduga merupakan jaringan teroris Lampung yang sebelumnya sempat melarikan diri saat pengerebekan di daerah Babelan, Kabupaten Bekasi.

Berikut fakta-fakta penggerebekan teroris di Bekasi dihimpun Liputan6.com:

 

2 of 5

1. Digerebek Densus 88 Anti-Teror

Densus 88 Antiteror
Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah rumah mertua terduga teroris Bekasi, di Ledoksari RT 8 RW 10 Pajang, Laweyan, Solo. (Fajar Abrori/Liputan6.com)

Warga Kampung Pangkalan RT 11/04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dikejutkan dengan penggerebekan terduga teroris oleh Densus 88 Anti-Teror.

Warga menyebut, penggerebekan di rumah toko itu terjadi pada Sabtu, 4 Mei 2019 dini hari.

"Sekitar jam 5 pagi, warga melihat ada keramaian dan saat dicek rupanya ada penggerebekan terduga teroris," ujar Maryanto, warga setempat.

"Subuh ada puluhan petugas polisi dan sekitar jam 1 siang mereka meninggalkan lokasi," ungkapnya.

Menurut Maryanto, awalnya ruko itu dimiliki warga yang biasa disapa Ki Opung. Sekitar beberapa bulan lalu, Ki Opung menjual ruko miliknya kepada Manin atau yang biasa disapa Mandor Patek.

Namun beberapa hari setelah pemilu, ada beberapa laki-laki dan seorang perempuan terlihat sering keluar-masuk ruko tersebut.

"Warga tidak tahu aktivitas mereka karena dikenal sangat tertutup dan belum sebulan kalau tidak salah menempati ruko itu," tandasnya.

 

3 of 5

2. Dua Terduga Teroris Mati, Satu Ditangkap

Mabes Polri Beberkan Kronologis Penangkapan Terduga Teroris di Bekasi
Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (kanan) menunjukkan gambar sejumlah barang bukti yang disita dari terduga teroris saat rilis di Jakarta, Senin (6/5/2019). Sebelumnya, Densus 88/Anti Teror meringkus tujuh orang kelompok JAD jaringan Lampung. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Anggota Densus 88 Anti Teror juga dikabarkan menembak mati terduga teroris di sebuah rumah toko Kampung Pangkalan RT 11/04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu dini hari.

Dari laporan sementara yang diterima Antara, dua anggota teroris yang ditembak mati. Salah satu terduga berinisial TR meninggal dunia dengan meledakkan diri di areal pemakaman keluarga saat akan dibekuk.

"Saat ini kasus ini dalam pengembangan oleh tim gabungan untuk didalami dan mencegah aksi kelompok tersebut," ucap Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Pelaku yang ditangkap adalah satu orang, namun ada dua orang lagi berhasil kabur dengan membawa peledak.

 

4 of 5

3. Jaringan JAD Lampung

Mabes Polri Beberkan Kronologis Penangkapan Terduga Teroris di Bekasi
Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menunjukkan gambar barang bukti tabung gas berisi bahan peledak jenis triaceton triperoxide saat rilis di Jakarta, Senin (6/5/2019). Sebelumnya, Densus 88/Anti Teror meringkus tujuh orang kelompok JAD jaringan Lampung. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Dalam penggerebekan, satu orang terduga teroris tewas, sedangan satu pelaku yang diduga jaringan JAD Lampung berhasil ditangkap.

Sementara dua terduga teroris yang melarikan diri saat penggerebekan, mengendarai sepeda motor bernomor polisi B 6324 KHT mengarah ke Kota Bekasi.

Kedua terduga pelaku yang kini buron bernama Samuel dengan ciri-ciri tinggi sekitar 160 cm, memiliki alis tebal, rambut lurus panjang. Sedangkan satu lagi, Taripudin dengan ciri ciri alis tebal, memiliki tanda hitam di bawah mata kanan.

"Waktu itu pernah nanya rumah pak RT saja, habis itu tidak pernah melihat lagi," kata tetangga terduga teroris Maryana.

 

* Ikuti perkembangan Real Count Pilpres 2019 yang dihitung KPU di tautan ini

5 of 5

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓