Top 3 News: Anak Petinggi Parpol Ini Diprediksi Jadi Caleg

Oleh Liputan6.comMaria FloraDevira Prastiwi pada 04 Mei 2019, 07:00 WIB
Diperbarui 04 Mei 2019, 07:00 WIB
pemilu-ilustrasi-131024c.jpg
Perbesar
Ilustrasi pemilih surat suara.

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 News mengungkap sejumlah anak dari petinggi partai politik yang bakal lolos jadi caleg dalam kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Di antaranya Puan Maharani, putri dari Ketum PDIP Megawati Soerkarnoputri dan Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, putra bungsu dari Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

 

Puan maju dari PDIP Dapil Jawa Tengah V. Menurut Politikus PDIP Aria Bima, puan berhasil mengantongi 420 ribu suara di dapilnya. 

Sementara, Ibas yang maju dari Dapil VII Jawa Timur diprediksi kembali melenggang ke Senayan. Dia memperoleh suara terbanyak di kampung halaman SBY, Pacitan.

Kabar lainnya datang dari sekelompok anak muda yang menamakan diri Anarko Sindikalisme. Dengan berpakaian serba hitam, mereka menyusup dalam massa buruh yang tengah menyuarakan tuntutannya, pada Rabu, 1 Mei kemarin.

Tidak hanya di Jakarta, kelompok ini juga muncul di kota-kota besar lainnya, seperti Bandung, Malang dan Surabaya. Selain mengganggu ketertiban umum, Anarko Sindikalisme juga melakukan tindakan vandalisme di sejumlah fasilitas umum. 

Siapa sebenarnya aktor intelektual di balik aksi tersebut?

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Jumat, 3 Mei 2019:

2 dari 5 halaman

1. Jadi Caleg, 4 Anak Petinggi Parpol Ini Diprediksi Lolos ke Senayan

PAN Daftarkan 575 Bakal Caleg ke KPU
Perbesar
Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais (kanan) bersalaman dengan Ketua KPU Arief Budiman (kiri) usai penyerahan berkas pengajuan bakal caleg PAN di kantor KPU, Jakarta, Selasa (17/7). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sejumlah petinggi partai politik mencalonkan anaknya maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dalam Pemilu 2019. Hasilnya, di antara mereka diprediksi lolos dan melenggang ke Senayan.

Bahkan para anak elite parpol ini diprediksi meraup suara terbanyak di daerah pemilhannya masing-masing pada Pemilu 2019.

Salah satunya Hanafi Rais. Putra dari politikus senior PAN Amien Rais ini diprediksi kembali lolos menjadi anggota DPR periode 2019-2024.

 

Selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. Fakta-Fakta Kelompok Anarko Sindikalisme, Penyusup saat Aksi Hari Buruh

Gerakan Anarko Sindikalis Saat Peringatan May Day di Surabaya
Perbesar
Anggota Anarko Sindikalis menggunakan penutup wajah dan hoodie berwarna hitam ikut dalam aksi May Day di Surabaya. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Aksi peringatan Hari Buruh atau May Day pada 1 Mei 2019 ternodai dengan menyusupnya kelompok Anarko Sindikalisme. Mereka turun mengikuti aksi dengan menggunakan pakaian hitam-hitam.

Tak tinggal diam, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bahkan telah menginstruksikan aparat kepolisian untuk mencari dalang di balik aksi sekelompok pemuda berbaju hitam-hitam di sela peringatan May Day atau Hari Buruh di Bandung dan Jakarta itu.

Pasalnya, tidak hanya sekadar ikut aksi, kelompok Anarko Sindikalisme ini melakukan tindakan-tindakan vandalisme. Moeldoko menduga, tindakan vandalisme yang terjadi di Bandung dan Jakarta saat Hari Buruh terstruktur.

Berikut deretan fakta kelompok Anarko Sindikalisme ikut turun saat aksi Hari Buruh atau May Day.

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. Ulama Berkumpul di Jakarta, Ajak Umat Islam Hindari Aksi Inkonstitusional Pasca Pemilu

Sejumlah ulama menghadiri acara Multaqo Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim di Jakarta, Jumat 3 Mei 2019.
Perbesar
Sejumlah ulama menghadiri acara Multaqo Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim di Jakarta, Jumat 3 Mei 2019. (Merdeka.com/Nur Habibie)

Sejumlah ulama menghadiri acara Multaqo Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim. Acara pertemuan ini diadakan untuk mengajak umat Islam dalam menjaga stabilitas keamanan dan menghindari aksi-aksi inkonstitusional pasca Pemilu 2019.

Sementara itu, Jubir Multaqo Najih Arromadloni mengatakan, para ulama, habaib, dan cendekiawan muslim perlu terus menjadi garda terdepan dalam membangun baldatun tayyibatun wa rabun ghafur atau negara yang makmur dan penuh dengan ampunan.

Dia mengataan, jika dikaitkan dengan permasalahan pemilu, ulil amri atau pemimpinnya adalah KPU, Bawaslu, dan MK. Karena itu, seluruh umat Islam wajib taat kepada keputusan KPU, Bawaslu dan MK jika menyangkut masalah hasil pemilu.

 

Selengkapnya... 

 

* Ikuti perkembangan Real Count Pilpres 2019 yang dihitung KPU di tautan ini

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓