Puan Sebut Banyak Pertimbangan Jika Demokrat Masuk Koalisi Jokowi

Oleh Lizsa Egeham pada 03 Mei 2019, 15:29 WIB
Diperbarui 04 Mei 2019, 15:16 WIB
Presiden Jokowi Terima AHY di Istana Merdeka

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP PDIP Puan Maharani berbicara peluang Partai Demokrat masuk ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurut dia, banyak yang harus dipertimbangkan jika Partai Demokrat ingin bergabung ke koalisi.

"Ya kan ada hal tertentu yang harus kita pertimbangkan bagaimana nantinya," kata Puan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Kendati begitu, putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu enggan menjelaskan hal apa saja yang menjadi pertimbangan.

"Ya banyak lah, banyak hal," sambung Puan.

Dia mengatakan masuknya Partai Demokrat ke dalam koalisi bukan hanya keputusan PDIP saja. Puan menjelaskan seluruh partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf juga harus berdiskusi jika partai tersebut ingin bergabung.

"Kan kita lihat ini bukan hanya PDIP tapi semua partai yang masuk di koalisinya Pak Jokowi lah. Nanti kita harus sama-sama bicara," ujar dia.

Puan pun menilai positif pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Kamis 2 Mei 2019. Dia berharap pertemuan Jokowi dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto juga dapat terealisasi dalam waktu dekat.

"Ya kemungkinan, tapi nanti mungkin kita tunggu sampai tanggal 22. Tapi kalau bisa lebih cepat dari itu ya akan baik menurut saya. Apalagi ini jelang bulan ramadan," tutur Puan Maharani.

 

2 of 3

Sinyal Masuk Koalisi?

Sebelumnya, Jokowi-AHY bertemu di Istana Merdeka, Kamis 2 Mei 2019. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut, pertemuan dengan AHY tersebut merupakan upaya Jokowi merangkul Partai Demokrat masuk koalisi.

"Ya sepertinya yang terlihat seperti itu (merangkul Demokrat masuk koalisi)," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/5/3019).

Moeldoko mengatakan, Jokowi berbicara empat mata dengan putra sulung Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY itu. Dia tidak menutup kemungkinan, pertemuan itu juga akan membahas koalisi pasca-Pilpres 2019.

"Ya bisa juga pastinya begitu, karena prinsipnya pemerintahan yang efektif itu sebanyak mungkin teman. Sebanyak mungkin koalisi yang semakin kuat," ujar dia.

Dalam Pilpres 2019, Partai Demokrat diketahui berkoalisi dengan PAN, PKS, dan Gerindra mengusung pasangan Prabowo-Sandiaga. Meski begitu, Moeldoko menegaskan bahwa politik bersifat dinamis.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓