Akrab dan Cair, Suasana Pertemuan 4 Mata Jokowi-AHY di Istana

Oleh Lizsa Egeham pada 02 Mei 2019, 16:49 WIB
Diperbarui 02 Mei 2019, 16:49 WIB
Suasana Pertemuan 4 Mata Jokowi-AHY di Istana
Perbesar
Jokowi dan AHY tampak berbicara empat mata tanpa didampingi oleh menteri kabinet kerja dan politisi. Pertemuan tersebut berlangsung tertutup. (Foto: Liputan6/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ke Istana Merdeka Jakarta, Kamis (2/5/2019). Pertemuan keduanya berlangsung secara tertutup.

Berdasarkan pantauan, Jokowi mengajak putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  itu berbicara di ruang kerjanya yang berada di Istana Merdeka. Jokowi menyajikan secangkir teh panas untuk AHY.

Jokowi dan AHY tampak berbicara empat mata tanpa didampingi oleh menteri kabinet kerja dan politisi. Kendati begitu, pertemuan keduanya tampak akrab dan cair. Hingga kini, pertemuan dua tokoh politik itu masih berlangsung.

AHY sendiri tiba di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta pada pukul 15.45 WIB dengan menggunakan mobil berplat nomor B 2024 AHY. Sementara, Jokowi, langsung bertemu AHY setelah melakukan kunjungan kerja ke Kota Solo Jawa Tengah.

2 dari 3 halaman

Apa yang Dibahas?

Suasana Pertemuan 4 Mata Jokowi-AHY di Istana
Perbesar
Jokowi dan AHY tampak berbicara empat mata tanpa didampingi oleh menteri kabinet kerja dan politisi. Pertemuan tersebut berlangsung tertutup. (FOTO: Liputan6/Lizsa Egeham)

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut pertemuan dengan AHY tersebut merupakan upaya Jokowi merangkul Partai Demokrat masuk koalisi. Dia pun tak menutup kemungkinan pertemuan ini juga akan membahas koalisi pasca-Pilpres 2019.

"Ya bisa juga pastinya begitu, karena prinsipnya pemerintahan yang efektif itu sebanyak mungkin teman. Sebanyak mungkin koalisi yang semakin kuat," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam Pilpres 2019, Partai Demokrat berkoalisi dengan PAN, PKS, dan Gerindra mengusung pasangan Prabowo-Sandiaga. Kendati begitu, Moeldoko menegaskan bahwa politik sangatlah dinamis.

"Politik sangat dinamis. Dalam 5 menit terakhir bisa berubah sangat cepat, bisa saja yang berada disana berada disini. Sangat dinamis," ucapnya.

 

* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓