3 Hal Ini Diserukan Prabowo di Tengah Ribuan Massa Buruh

Oleh Maria Flora pada 02 Mei 2019, 09:21 WIB
Diperbarui 02 Mei 2019, 09:21 WIB
Capres Prabowo Sapa Pendukungnya di Jalan Imam Bonjol
Perbesar
Calon Presiden Prabowo Subianto menyapa pendukungnya di sepanjang jalan Imam Bonjol usai pengambilan nomor urut di Gedung KPU Jakarta, Jumat (21/9). Prabowo memberikan salam 2 jari dengan mobil warna putih. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Jakarta - Momen peringatan Hari Buruh telah usai. Dari sejumlah tuntutan, tercatat ada tiga yang dikabulkan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Salah satunya soal peninjauan ulang Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 Tentang Pengupahan.

Meski aksi para buruh yang digelar, Rabu kemarin berjalan tertib, sempat terjadi kericuhan hingga berujung bentrokan dengan aparat di Ibu Kota. Karena di sejumlah titik, polisi telah membuat barikade agar massa buruh tak dapat melanjutkan ke Istana Negara.

Namun, satu lagi yang tak kalah menarik perhatian di perayaan Hari Buruh Internasional. Capres nomor urut 02 Prabowo Subianato ikut hadir di tengah-tengah massa. Mantan Danjen Kopassus itu tiba di Tenis Indoor Senayan, pukul 12.00 WIB dengan menumpang mobil Alphard putih.

Ribuan buruh pun menyambutnya sambil menyuarakan,"Prabowo, Prabowo, hidup Prabowo," teriak buruh sambil mengangkat tangannya dengan menunjukkan jari jempol dan telunjuk seperti logo Prabowo-Sandiaga, Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Lantas, apa saja seruan Prabowo di tengah ribuan massa pada peringatan Hari Buruh 2019:

2 dari 5 halaman

Tidak Menyerah pada Ketidakadilan

Prabowo Buat Kesepakatan dengan Ribuan Buruh di May Day
Perbesar
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan ribuan buruh saat peringatan May Day Nasional di Gedung Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/5). Ribuan buruh memberi dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai Presiden pada Pilpres 2019. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Dalam pidatonya, Prabowo meminta para buruh terus memperjuangkan hak-haknya dan melawan ketidakadilan.

"Saya tangkap dari pandangan mata kalian, suara, reaksi, kalau kalian tidak mau menyerah pada ketidakadilan," kata Prabowo.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa para buruh adalah kumpulan orang-orang cerdas yang sudah tidak bisa dibohongi apalagi dipengaruhi dengan uang.

Selain itu, Ketua Umum Partai Gerindra ini menawarkan pilihan apakah tetap akan berjuang atau menyerah kepada nasib.

"Kalian ingin jadi kambing apa rakyat terhormat, kalau kambing nyerah pada nasib, kalau rakyat terhormat harus berani membela kebenaran dan keadilan," jelasnya.

3 dari 5 halaman

Tulang Punggung Bangsa

Prabowo Buat Kesepakatan dengan Ribuan Buruh di May Day
Perbesar
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berkumpul bersama ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) saat peringatan May Day Nasional di Gedung Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/5). (Merdeka.com/Imam Buhori)

Pada aksi May Day kemarin, Prabowo juga menyatakan bahwa para buruh merupakan tulang punggung bangsa.

"Kalian ini pantas disebut tulang punggung bangsa Indonesia," kata Prabowo saat berpidato di podium Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Karenanya, Prabowo menyambut baik undangan yang datang kepadanya dari buruh adalah sebuah kehormatan. Prabowo pun berterimakasih atas dukungan yang selalu diberikan sejak 2014.

"Kaum buruh dari dulu setia sama Prabowo Subianto dari 2014 undang saya di GBK di hari buruh, kalau diundang saya pasti hadir," ujar dia.

4 dari 5 halaman

Sebut Media Perusak Demokrasi

Prabowo Buat Kesepakatan dengan Ribuan Buruh di May Day
Perbesar
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan ribuan buruh saat peringatan May Day Nasional di Gedung Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/5). Prabowo akan menandatangani kontrak politik dengan buruh terkait sepuluh tuntutan rakyat. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Di depan ribuan buruh, Prabowo juga sempat menyinggung kinerja profesi wartawan. Dia mengatakan media adalah perusak demokrasi.

"Para media hati-hati ya, kami mencatat kelakuanmu satu-satu, kami bukan kambing yang bisa kau atur, akan tercatat dalam sejarah hey kau media-media perusak demokrasi Indonesia," kata Prabowo dalam pidatonya di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (5/1/2019).

Pernyataan ini sontak ditanggapi riuh massa buruh. "Hati-hati kau, suara rakyat suara Tuhan," tegas Prabowo.

Pernyataan ini bermula dari pertanyaan Prabowo kepada massa buruh. Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan, haruskah dia berbicara apa adanya, sedangkan ramai sorot kamera media yang merekam seluruh ucapannya.

"Jadi saya mau tanya, saya bicara apa adanya atau yang baik saja? Ditayangin enggak nih? Itu banyak tv ya?" tanya Prabowo

"Jujur bicara apa adanya," jawab massa aksi dengan antusias.

"Baiklah kalau apa adanya, sudah tahu resikonya ya," kata Prabowo.

  

* Ikuti perkembangan Real Count Pilpres 2019 yang dihitung KPU di tautan ini

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓