Fakta-Fakta KRI Tjiptadi Ditabrak Kapal Vietnam di Natuna

Oleh Maria Flora pada 29 Apr 2019, 13:54 WIB
Diperbarui 29 Apr 2019, 13:54 WIB
Detik-detik Peledakan 2 Kapal Asing Pencuri Ikan di Ambon
Perbesar
Kadispenum Puspen TNI Kolonel Infanteri Bernardus Robert menjelaskan, 2 kapal itu ditangkap di perairan Maluku pada 7 Desember 2014.

Liputan6.com, Jakarta - Upaya pemeritah bersama Kementerian Perikanan yang dipimpin Menteri Susi Pudjiastuti mengamankan kekayaan laut di perairan Nusantara dari kapal ikan asing bukan perkara mudah. Meski sanksi tegas dijatuhkan, hingga kini aksi illegal fishing masih terjadi.

Aksi perlawanan pun kerap harus dihadapai para petugas yang menjaga perairan laut Indonesia. Belum lama ini di perairan Natuna Utara, aksi tersebut kembali terlihat.

Saat kapal berbendera Vietnam yang kedapatan sedang menangkap ikan berhasil diamankan KRI Tjiptadi-381, sempat terjadi perlawanan di sana. KRI Tjiptadi-381 ditabrak Kapal Coast Guard Vietnam yang mengawal Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam BD 979.

Berikut fakta perlawanan kapal coast guard Vietnam saat halangi petugas tangkap ABK pelaku ilegal fishing di Natuna: 

Saksikan video pilihan di bawah ini:


1. Pencurian di Laut Natuna

kapal natuna
Perbesar
Kapal asing dilihat dari KRI Usman Harun, sesaat sebelum ditangkap. (foto: Liputan6.com / ajang nurdin)

Pencurian ikan di Laut Natuna Utara terjadi, Sabtu 27 April, sekitar pukul 14.45 WIB. Penegakan hukum pun lalu dilakukan oleh KRI Tjiptadi-381 yang saat itu tengah berpatroli.

Namun, KIA tersebut dikawal oleh Kapal Pengawas Perikanan Vietnam/Coast Guard Vietnam. Dan Kapal Coast Guard Vietnam berusaha menghalangi proses penegakan hukum dan kedaulatan yang dilakukan oleh KRI Tjiptadi-381.

"Mereka berusaha memprovokasi dengan cara menumburkan kapalnya ke KRI Tjiptadi-381," jelas Pangkoarmada I Laksmana Muda TNI Yudo Margono dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 28 April kemarin.


2. Tabrak Lambung Kiri KRI Tjiptadi

6 Kapal Asing Pencuri Ikan Menunggu Diledakan
Perbesar
Kapal-kapal itu terlihat sangat besar dan telah dilengkapi berbagai teknologi mumpuni dibandingkan kapal nelayan Indonesia. (Liputan6.com/Richo Pramono)

Kapal dinas perikanan Vietnam itu memprovokasi dengan menabrak lambung kiri KRI Tjiptadi-381.

Tabrakan itu mengakibatkan KIA BD 979 yang sedang ditahan KRI Tjiptadi-381 bocor dan tenggelam. ABK Kapal Ikan Vietnam yang berjumlah 12 Orang berhasil diamankan ke atas KRI TPD-381.

"Namun, 2 ABK yang berada di atas kapal ikan tersebut berhasil melompat ke laut dan ditolong oleh Kapal Pengawas Perikanan Vietnam," kata Yudo.


3. Vietnam Klaim Itu Wilayah Perairannya

kapal natuna
Perbesar
Kapal asing diduga berasal dari Vietnam tertangkap basah berada di Natuna tanpa ijin. (foto: Liputan6.com / ajang nurdin)

Berdasarkan lokasi penangkapan, kata Yudo, bahwa benar kejadian berada di Perairan Indonesia. Sehingga tindakan penangkapan yang dilaksanakan oleh KRI TJIPTADI-381 adalah sudah benar dan sesuai prosedur.

"Namun, pihak Vietnam juga mengklaim bahwa wilayah tersebut merupakan perairan Vietnam," katanya.

Menurut Yudo, saat itu KRI Tjiptadi-381 tidak terpancing dengan provokasi kapal Pengawas Perikanan Vietnam. Mereka tetap menahan diri agar tidak terjadi ketegangan antara Indonesia dan Vietnam.

"Terkait tindakan yang dilakukan oleh KRI Tjiptadi-381 sudah benar dengan menahan diri, untuk meminimalisir adanya ketegangan atau insiden yang lebih buruk di antara kedua negara, di mana kejadian/insiden di atas akan diselesaikan melalui Goverment to Goverment (G to G)," ucapnya. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya