Presiden KSPI: Jokowi Persilakan Aksi Buruh 1 Mei Asal Damai

Oleh Liputan6.com pada 27 Apr 2019, 13:58 WIB
Diperbarui 27 Apr 2019, 13:58 WIB
20170501-Peringatan Hari Buruh di Thamrin-Tallo
Perbesar
Massa buruh dan pekerja dari berbagai daerah memadati Jalan MH Thamrin, Jakarta, dalam peringatan May Day, Senin (1/5). Dalam aksi ini, buruh menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya tolak upah murah dan hapus outsourcing. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebut, pertemuan dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi sangat cair tanpa ada nuansa politis. Pertemuan juga ikut dihadiri Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.

"Enggak, enggak ada nuansa politis, sangat cair. Tapi Pak Moeldoko benar, sangat cair, tenang, Pak Jokowi juga banyak tersenyum dan sangat mengapresiasi apa yang disampaikan," kata Said di Kertanegara VI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat malam 26 April 2019.

Dia mengatakan, pertemuan membahas masalah revisi PP Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan dan beberapa aspirasi Said Iqbal soal keinginan buruh. Diskusi pun berlangsung cair.

"Jadi pertemuannya hanya itu, ya memang ada guyonan sambil bercanda, Anda tetap menjadi pendukung Paslon 02, iya pasti," kata Said.

Said Iqbal juga menyampaikan kepada Jokowi bahwa akan menggelar perayaan hari buruh pada 1 Mei nanti. Jokowi tak mempermasalahkan aksi buruh asal situasi tetap kondusif.

"Kami, saya KSPI menyampaikan kami akan May Day. Pak Jokowi iya boleh silakan, itu konstitusional cuma jaga ketertiban dan damai. Inti pesannya damai, Andi Gani KSPSI juga akan May Day di Bandung," tandas Said Iqbal.

2 dari 2 halaman

Pertemuan Jokowi dengan Buruh

Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu dengan pemimpin serikat pekerja jelang Hari Buruh.
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu dengan pemimpin serikat pekerja jelang Hari Buruh. (foto: akun instagram Jokowi)

Sebelumnya, Pesiden Joko Widodo mengundang para pimpinan organisasi buruh ke Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan Jokowi ingin merangkul semua kelompok, termasuk Said Iqbal yang merupakan pendukung capres cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

Moeldoko menjelaskan, pertemuan antara Jokowi dengan Said Iqbal berlangsung dengan sangat akrab. Menurut dia, Jokowi lebih banyak mendengarkan keluhan dan masukan dari para pimpinan serikat kerja.

"Akrab, akrab sekali, sangat akrab, Presiden lebih banyak mendengarkan. Pak Said Iqbal lebih banyak bicara dengan yang lain-lain. Ada tujuh orang (pimpinan serikat kerja), semuanya bicara dan presiden sangat mendengarkan. Gak ada suasana yang tegang-tegang," jelas dia.

Saat disinggung apakah Said Iqbal akan mengalihkan dukungan ke Jokowi pasca Prabowo-Sandiaga, Moeldoko enggan berkomentar banyak.

"Saya tidak mengatakan itu, yang jelas ada suasana baru," katanya.

Dalam pertemuan ini, hadir Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nuwa Wea, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejajtera Indonesia Mudhofir, dan Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia Ilhamsyah.

Ada pula Ketua Umum Sarikat Buruh Muslimin Indonesia Syaiful, Presiden Konfederasi Serikat Nusantara Muchtar Guntur, serta Ketua Komisi A DPRD DKI Wiliam Yani. Sementara Jokowi, didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.

 

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka

Lanjutkan Membaca ↓