37 Titik di Jakarta Masih Terendam Banjir

Oleh Fachrur Rozie pada 27 Apr 2019, 11:13 WIB
Diperbarui 29 Apr 2019, 10:13 WIB
Penampakan Sungai Ciliwung yang Meluap di Pejaten Timur

Liputan6.com, Jakarta - Lebih dari 2.000 warga DKI Jakarta mengungsi akibat banjir di beberapa titik di Ibu Kota. Banjir terjadi karena meluapnya Sungai Ciliwung, pada 26 April 2019 lalu.

"Warga yang masih mengungsi hingga saat ini terdiri dari 416 KK dan 2.370 Jiwa. Lokasi pengungsi berada di 15 titik lokasi di Jakarta Timur," ujar Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Muhammad Ridwan dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/4/2019).

Dia mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sekitar pukul 06.00 WIB tadi.

Berdasar data BPBD DKI Jakarta, masih ada 37 titik di Ibu Kota yang masih terendam banjir. Di antaranya 14 titik di Jakarta Selatan, 21 titik di Jakarta Timur, dan dua titik di Jakarta Barat.

Daerah yang masih terdampak banjir di Jakarta Selatan tepatnya di Kelurahan Pengadegan RW 01, Kelurahan Rawa Jati RW 01, 03, 07, Kelurahan Pejaten Timur RW 05, 06, 07, 08, Kelurahan Kebon Baru RW 010, Kelurahan Bangka RW 02, Kelurahan Petogogan RW 02, Kelurahan Pondok Pinang RW 05, 08 dan Kelurahan Pondok Labu RW 03 dengan ketinggian banjir berkisar antara 10 cm hingga 220 cm.

"Sedangkan untuk Wilayah Jakarta Timur tepatnya di Kelurahan Cawang RW 01, 02, 03, 05, 08, 012, Kelurahan Kampung Melayu RW 04, 05, 06, 07, 08, Kel. Bidara Cina RW 04, 05, 06, 07, 011, 012, 014, 015, 016 dan Kel. Kebon Manggis RW 04 dengan ketinggian banjir berkisar antara 10 cm hingga 225 cm," tutur dia.

 

2 of 3

Penanganan Banjir

Penampakan Sungai Ciliwung yang Meluap di Pejaten Timur
Suasana aliran Sungai Ciliwung yang meluap di kawasan Pejaten Timur, Jakarta, Jumat (26/4). Banjir kiriman melalui Sungai Ciliwung yang berasal dari Bogor tersebut mengakibatkan sejumah wilayah di Ibukota terendam banjir. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Ridwan mengaku sudah berkordinasi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk membantu dalam proses pemadaman aliran listrik di wilayah yang terdampak banjir.

"Kami juga mengajak Dinas Perhubungan untuk membantu mengatur lalu lintas di beberapa ruas jalan yang terdampak banjir," kata dia.

Tak hanya itu, lanjut dia, Dinas Sumber Daya Air (SDA) melalui Satgas SDA kecamatan melakukan penanganan banjir di lokasi dengan penyedotan menggunakan pompa serta pembersihan tali-tali air dibantu PPSU kelurahan.

"BPBD bersama Dinas Gulkarmat, Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan, Basarnas, PMI, petugas dari unsur kelurahan, Satpol PP, PPSU, Babinsa, dan masyarakat melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir," kata dia.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Lanjutkan Membaca ↓