Banjir Bandang di Bogor, 1 Orang Meninggal Setelah Terseret Arus

Oleh Achmad Sudarno pada 26 Apr 2019, 18:23 WIB
Diperbarui 26 Apr 2019, 18:23 WIB
Banjir Bogor
Perbesar
Banjir bandang di Bogor telah menghanyutkan rumah dan menewaskan satu orang. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Jakarta - Banjir bandang di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor menelan korban jiwa, Kamis (26/4/2019) malam. Seorang nenek meninggal dunia setelah terseret banjir luapan Sungai Cikeas.

Selain menewaskan Ame (80) warga Legog Nyenang RT01/04, Desa Kadumangu ini, banjir setinggi 35-60 sentimeter juga menghanyutkan dua unit rumah serta 8 ekor kambing milik Ajat.

"Ibu Ame meninggal tenggelam beberapa meter. Korban memiliki riwayat penyakit asma," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor, Budi Pranowo, Jumat (26/4/2019).

Sementara warga yang rumahnya rusak akibat terseret banjir akibat luapan Sungai Cikeas ini mengungsi ke rumah sanak saudaranya.

"Ada 8 jiwa atau dua KK yang mengungsi karena rumahnya hanyut," ujar Budi.

 

2 dari 2 halaman

Banjir Rusak 9 Rumah

Banjir
Perbesar
Banjir bandang di Bogor telah menghanyutkan rumah dan menewaskan satu orang. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Selain banjir, bencana longsor juga terjadi di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang. Satu orang bernama Dedi (45) dilaporkan mengalami patah tulang akibat tertimbun longsor. Satu orang lainnya selamat namun jatuh pingsan saat kejadian.

Kemudian, banjir bandang juga menerjang kawasan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Selain merusak 9 rumah dan menyeret 3 unit sepeda motor, banjir juga merobohkan jembatan penghubung antarkampung di wilayah itu.

"Air bah yang membawa sampah serta ranting pohon tiba-tiba datang menghantam pemukiman kami," ujar Aneng warga setempat.

Sejak Jumat pagi, warga mulai berbenah dan memperbaiki rumah mereka yang rusak akibat diterjang arus Sungai Cikeas.

Lanjutkan Membaca ↓