Menu Daerah hingga Tenda Full AC Bisa Dinikmati Jemaah Haji 2019

Oleh Nurmayanti pada 25 Apr 2019, 09:06 WIB
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, Nizar Ali. MCH/Bahauudin

Liputan6.com, Jakarta - Calon jemaah haji yang pergi ke Tanah Suci tahun in mendapatkan beberapa fasilitas berbeda. Tenda yang berpendingin ruangan hingga menu masakan kedaerahan menjadi upaya pemerintah meningkatkan layanan kepada para calon jemaah haji 2019.

"Tenda di Arafah yang tahun sebelumnya tidak pakai AC, tahun ini pakai fasilitas AC, tentu ini jadi baik," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, Nizar Ali, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, seperti dikutip Kamis (25/4/2019).

Fasilitas pendingin ruangan (air conditioner) ini untuk tenda jemaah haji di Arafah. Tenda sebelumnya hanya berfasilitas pendingin kipas angin. Kondisi ini dinilai membuat jemaah tidak nyaman dengan suhu Arafah yang sangat panas. 

Fasilitas layanan tambahan lain berkaitan dengan konsumsi. Rasa kedaerahan akan menjadi salah satu menu makanan jemaah haji. Menu kedaerahan dimungkinkan karena penempatan jemaah yang mengacu pada zonasi, atau berdasarkan asal daerah.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag, Sri Ilham Lubis, menyatakan tenda yang  digunakan jemaah di Arafah terbuat dari PVC tahan api dan tahan angin kencang. Tenda dibuat permanen agar tak roboh saat ada badai.

Selain mendapatkan tambahan pendingin ruangan, penerangan tenda dilengkapi dengan lampu LED.

"Muassassah (penyelenggara haji dari Saudi) menempatkan genset untuk setiap maktab agar tidak mati lampu. Untuk di Mina tahun lalu sudah diganti AC sentral dengan AC yang baru, tendanya juga permanen," ujar Sri.

Jemaah haji di Makkah juga semakin mudah menuju Masjidil Haram. Bus salawat akan memberikan layanan 100 persen. Bus ini akan mengantarkan jemaah haji dari zona mana pun menuju ke Baitullah.

 

2 of 2

Kemenag Siapkan Tujuh Zona Haji di Makkah

Melihat Lebih Dekat Bangunan Kakbah
Umat muslim melaksanakan salat berjemaah menghadap bangunan Kakbah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Jumat (17/8). (AP Photo/ Dar Yasin)

Kementerian Agama (Kemenag) pada musim haji tahun ini membuat satu hal baru berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1440H/2019M. Inovasi tersebut dengan membuat sistem zonasi provinsi di Makkah.

Penerapan sistem zonasi per provinsi bertujuan agar penempatan, pemondokan, serta transportasi jemaah haji di Makkah dapat tertata dan terlayani dengan baik.

"Ada tujuh zonasi penempatan jemaah haji Indonesia di Kota Makkah pada musim haji 1440H/2019M ini," ujar Konsul Haji dan Umrah KJRI Jeddah, Endang Jumali, saat memberikan pembekalan Terintegrasi Petugas Haji Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Adapun zonasi pertama adalah Misfalah. Ini diperuntukkan bagi jemaah haji yang berangkat melalui Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS).

Kemudian kedua, zonasi Jarwal, yang dikhususkan untuk jemaah haji yang berangkat dari Embarkasi Solo (SOC).

Zona ketiga adalah Rawdah. Ini ditujukan bagi jemaah haji hang berangkat dari Embarkasi Palembang (PLG) dan Jakarta-Pondok Gede (JKG).

Sedangkan untuk jemaah haji yang berangkat dari Embarkasi Surabaya akan menempati zona Mahbas Jin.

Selain itu, jemaah dari Embarkasi Balikpapan (BPN) dan Banjarmasin (BDJ) menempati zona Rei Bakhsyi. Jemaah dari Embarkasi Lombok (LOP) menempati zona Aziziyah.

Terakhir, zona Syisah diperuntukkan bagi jemaah haji dari Embarkasi Aceh (BTJ), Medan (KLN), Batam (BTH), Padang (PDG), dan Makassar (UPG).

Lanjutkan Membaca ↓