Jelang Ramadan, Jokowi Minta Menteri Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok

Oleh Lizsa Egeham pada 23 Apr 2019, 11:28 WIB
Jokowi Pimpin Rapat Kabinet Evaluasi Penangan Bencana Alam

Liputan6.com, Jakarta - Bogor: Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para menteri Kabinet Kerja untuk menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok menjelang masuknya bulan suci Ramadan. Hal ini disampaikan Jokowi saat memimpin sidang kabinet paripurna dengan topik Ketersediaan Anggaran dan Pagu Indikatif tahun 2020.

"Ini kita dua minggu lagi kurang lebih sudah masuk ke bulan suci Ramadan. Meskipun ini sudah secara rutin kita lakukan setiap tahun, perlu saya ingatkan berkaitan dengan stabilitas ketersediaan harga-harga bahan pokok betul-betul dicek," ujar Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengingatkan jajarannya untuk mengontrol lonjakan harga sembako saat bulan Ramadan. Dia ingin umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang.

"(Bahan pokok) betul-betul dikontrol agar tidak terjadi lonjakan-lonjakan harga," ujar Jokowi.

Dia juga meminta seluruh kementerian untuk meningkatkan daya saing yang berkaitan dengan perizinan, investasi, dan ekspor. Menurut dia, hal tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Tanpa adanya peningkatan dan tambahan di bidang investasi dan ekspor, jangan berharap pertumbuhan ekonomi kita semakin meningkat karena perbaikan iklim investasi dan ekspor itulah jadi kunci. Jangan terjebak pada rutinitas. Kita tahu semua kuncinya ada di situ," jelas Jokowi.

Dalam rapat tersebut hadir Menteri Keuagan Sri Mulyani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Ada pula Menko PMK Puan Maharani, Menteri Perindustrian Airlangha Hartarto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto hingga Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

2 of 3

Jaga Stabilitas Keamanan

Pada kesempatan yang sama, Jokowi meminta Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BIN menjaga stabilitas keamanan pascapemilu 2019. Pesan yang sama juga disampaikan Jokowi untuk menteri Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga.

"Saya minta agar stabilitas keamanan dan ketertiban terus dijaga agar kondisi yang ada betul-betul kondusif," tegas Jokowi.

Jokowi melihat Pemilu 2019 menimbulkan konflik-konflik kecil. Namun, konflik tersebut dipandang sebagai hal biasa, sebab kerap terjadi saat pesta demokrasi berlangsung.

Meski demikian, Jokowi mengingatkan aparat keamanan tidak lengah dan terus menjaga ketertiban di tengah masyarakat.

"Saya lihat biasa dalam pesat demokrasi ada riak-riak kecil, tapi jangan sampai mengganggu keamanan, ketertiban dan rasa aman masyarakat," ucapnya.

 

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓