Guru Besar IPB: Quick Count Bukti Kemajuan Demokrasi di Indonesia

Oleh Nanda Perdana Putra pada 20 Apr 2019, 16:34 WIB
10 lembaga survei yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) menjelaskan metodologi survei terkait Pemilu 2019. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Guru Besar Statistika Institut Pertanian Bogor (IPB) Asep Saefudin meyakini quick count atau hitung cepat hasil pemilu 2019 oleh lembaga survei yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) telah sesuai dengan metodologi ilmu statistik.

"Buktinya, hari ini mereka berani menunjukkan transparansi datanya. Anda bisa lihat dapur dari tiap lembaga di bawah Persepi yang melaksanakan quick count," kata Asep saat menghadiri Ekspose Data Hasil Quick Count oleh Anggota PERSEPI di Hotel Morrissey, Sabtu (20/4/2019).

Menurut Asep, quick count merupakan proses metodologi yang menggunakan nalar akademis, dan bukan ilmu meramal. Karena itu, proses metode dan kajian keilmuannya bisa dipertanggungjawabkan.

"Quick count ini bukti kemajuan dan modernisasi demokrasi Indonesia. Kita menjadikan ilmu pengetahuan sebagai basis kita berpolitik," kata ucap Rektor Universitas Alazhar Indonesia (UAI) itu.

Karena itu, dia menyayangkan adanya tudingan quick count sebagai bentuk kebohongan dan upaya menggiring opini publik. Padahal setiap survei yang dilakukan menggunakan data dan kajian metodologi yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Tidak perlu baper (bawa perasaan) dengan hasil quick count. Selama ada data yang benar dan metode secara statistika berani dibuka, ya hasilnya akurat," kata dia.

2 of 3

Terkesan Anti-Sains

Quick Count LSI, Jokowi-Maruf Unggul
Layar komputer menunjukkan hasil Quick Count Pilpres 2019 di kantor LSI, Jakarta, Rabu (17/4). Hasil quick count Pilpres 2019 dimana pasangan Jokowi-Maruf Amin unggul dengan memperoleh angka 55,44 %, Prabowo-Sandiaga Uno 44,56% dari data yang masuk 95,5%.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Dewan Etik PERSEPI Hamdi Muluk, dia menilai, politikus tidak perlu melontarkan pernyataan menuduh prosedur dan metodologi yang dilakukan lembaga survei sebagai kebohongan.

"Hari ini anggota PERSEPI membuka semua data dan metodologi yang bisa dipertanggungjawabkan, tuduhan-tuduhan yang dilontarkan ke kami justru membuat mereka jadi seperti anti-sains, kan," kata Hamdi.

Sebelumnya, sepuluh lembaga anggota PERSEPI yang melaksanakan quick count pada Pemilu 2019 lalu, melakukan ekspose data untuk menunjukkan hasil akhir, sampel, serta metodologi yang dilakukan selama proses quick count.

Lembaga tersebut antara lain Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Cyrus Network, Saiful Mujani Research Center (SMRC), Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Indikator Politik, Populi Center, Charta Politika, Indo Barometer, Poltracking, dan Konsep Indonesia.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Lanjutkan Membaca ↓