Bangga! Jokowi Catatkan Indonesia punya Menteri Perempuan Terbanyak

Oleh Fitri.Syarifah pada 06 Apr 2019, 13:27 WIB
Diperbarui 06 Apr 2019, 13:27 WIB
Menteri perempuan di era Pemerintahan Jokowi

Liputan6.com, Jakarta Pemerintahan Kabinet Kerja yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai paling banyak memiliki menteri perempuan, baik selama pemerintahan Indonesia berdiri maupun tingkat dunia.

Jokowi menunjuk sembilan (9) orang perempuan menjadi menteri di Kabinet Kerja. Jumlah menteri dimaksud, jauh lebih banyak dibandingkan pemerintahan sebelumnya yang hanya mengangkat 3 orang hingga 4 orang perempuan, dalam jajaran dalam kabinetnya.

"Menteri di kabinet yang biasanya tiga atau empat, setelah saya dilantik ada 9 perempuan," kata Jokowi tahun lalu saat membuka The International Young Muslim Women Forum, Fatayat Nahdlatul Ulama (NU).

Simak videonya di sini

Srikandi-srikandi tangguh di Kabinet Kerja yakni Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri), Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan), Siti Nurbaya Bakar (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Nila F. Moeloek (Menteri Kesehatan), Yohana Susana Yambise (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Rini Soemarno (Menteri Badan Usaha Milik Negara), dan Puan Maharani (Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan).

Selain delapan nama tersebut, sempat ada nama Khofifah Indar Parawansa sebagai Menteri Sosial, namun pada 2018 mundur karena terpilih menjadi Gubernur Jawa Timur.

Kini, jumlah menteri perempuan Indonesia kata Jokowi, sama dengan jumlah menteri perempuan yang dimiliki Uni Emirat Arab, yakni delapan orang. Jokowi mengatakan banyaknya jumlah perempuan yang diangkat dalam Kabinet Kerja, karena dirinya menilai perempuan Indonesia memiliki kehebatan. Menurutnya, perempuan memiliki peran besar dalam kehidupan keluarga, berbangsa, dan bernegara.

“Karena saya yakin kehebatan perempuan, saya juga meyakini ketelitian, ketangguhan, dan kesiapan dalam bekerja,” kata Jokowi pada tahun lalu di sebuah kesempatan.

Tidak hanya piawai dalam mendidik anak-anak, tapi juga kerap menjadi penopang ekonomi keluarga bahkan, berperan besar dalam mencetak generasi masa depan bangsa.Tak heran, Jokowi mengajak perempuan Indonesia untuk menjadi ibu bangsa.

"Inilah yang saya maksudkan sebagai ibu bangsa, yang mendidik anak-anak kita, sebagai penerus masa depan bangsa, yang memperbaiki mentalitas bangsa, yang menjaga moral keluarga dan masyarakat, yang menjaga alam untuk anak cucunya, yang menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat," kata Jokowi.

 

Menteri perempuan
Diprediksi populasi perempuan di Indonesia pada 2045, akan melebihi populasi laki-laki

Soal banyaknya menteri dalam jajaran Kabinet Kerja, tak sekali membuat Jokowi mengalami pengalaman unik saat melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Jika presiden yang menjadi tuan rumah didampingi sejumlah jajaran menteri maupun kepala lembaga negaranya merupakan laki-laki, sebaliknya Jokowi didampingi jajaran menteri yang merupakan perempuan. Sebagai contoh, saat Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Rusia.

"Dari Rusia, laki-laki, laki-laki, laki-laki, dari kita perempuan, perempuan, perempuan," kata Jokowi menceritakan pengalamannya kepada para Ibu pada peringatan Hari Ibu beberapa tahun lalu yang sontak disambut tepuk tangan hadirin kala itu.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dari 264 juta jiwa penduduk Indonesia, 132 juta jiwa di antaranya merupakan perempuan. Diprediksi populasi perempuan di Indonesia pada 2045, akan melebihi populasi laki-laki. Jumlahnya berada di kisaran 160,21 juta jiwa, sementara laki-laki berkisar 158,76 juta jiwa.

Selain mengangkat 9 perempuan sebagai menteri, Jokowi juga mengangkat sejumlah perempuan untuk menjadi kepala atau ketua badan lembaga negara. Sebagai contoh, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny L Lukita dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Besarnya jumlah perempuan, jadi salah satu pertimbangan pemerintahan Jokowi untuk menaruh perhatian sangat besar kepada perempuan. Makanya pemerintah membuat sejumlah program khusus perempuan seperti program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan pembinaan usaha Ultra Mikro (Umi). Jokowi mengakui dan menghargai peran perempuan. Capres nomor SATU kembali butuh dukungan agar bisa terus beri kesempatan lebar bagi perempuan.(Adv)