Jadi Guru Besar, Rektor President University Bertekad Tetap Produktif

Oleh Liputan6.com pada 26 Apr 2019, 17:40 WIB
Diperbarui 27 Apr 2019, 20:13 WIB
Yusron/Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - Rektor President University (Universitas Presiden) Jony Oktavian Haryanto resmi menyandang gelar guru besar, usai dikukuhkan melalui sidang senat terbuka di Auditorium Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (26/4/2019).

Ketua Dewan Guru Besar Presiden University Ermaya Suradinata, mengukuhkan Jony Oktavian Haryanto sebagai guru besar dengan orasi ilmiah berjudul 'Peluang dan Etika Penelitian tentang Anak sebagai Pasar Potensial: Pasar yang tidak Disadari'.

Ketua Yayasan Pendidikan Presiden University, Budi Susilo Soepandji, dalam sambutannya, mengaku bersyukur kampusnya kini memiliki guru besar pertama yang lahir dari rahim sendiri.

"Kita bersyukur dan berbahagia karena kini memiliki guru besar pertama yang lahir dari rahim sendiri dan asli dari produk President University,” kata Budi Susilo.

Bagi Jony, dengan gelar guru besar yang disandangnya kini ia bertekad tetap aktif dan produktif dalam berkarya dan menulis publikasi ilmiah dan jurnal ilmiah. Bahkan, ia memberikan insentif bagi dosen yang aktif dan produktif dalam publikasi ilmiah.

Terkait orasi ilmiah yang disampaikanya, Jony menjelaskan bahwa kehadiran anak-anak sebagai pasar potensial seringkali terlupakan para pemasar. Padahal, pasar anak mencakup tiga pasar sekaligus yakni pasar primer, pasar pemberi pengaruh, dan pasar masa depan.

Sementara itu, Koordinator LL-Dikti Wilayah IV Uman Suherman mengatakan, Jony kini menjadi Guru Besar ke 82 se Jawa Barat dan Banten. Uman mendorong agar kedepan akan lebih banyak lagi dosen yang mencapai level Guru Besar.

"Saat ini rektor kepala ada 1.300, sementara rektor nya 7.800. Potensi Jawa Barat dan Banten akan lebih banyak dari nasional apabila mereka mengajukan jabatan akademik dosen," paparnya.