Dubes RI di Arab Saudi: Rizieq Shihab Jangan Tebar Fitnah di Kota Suci Mekkah

Oleh Luqman Rimadi pada 02 Apr 2019, 06:23 WIB
Diperbarui 04 Apr 2019, 06:13 WIB
Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel (tengah-depan)bersama sejumlah pasukan TNI di Arab Saudi. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Agus Maftuh Abegebriel membantah pernyataan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang menyebut kedatangan Menteri Luar Negeri (Menlu) ke Arab Saudi untuk mengarahkan dukungan warga negara Indonesia (WNI) di Pilpres, April mendatang.

Menurut dia, kedatangan Menlu Retno, beberapa pekan lalu merupakan agenda kerja resmi pemerintah, yaitu meresmikan Pelayanan Satu Atap di KJRI Jeddah.

Dia menampik tudingan Menlu juga berkunjung ke kantor KBRI Riyadh, untuk kepentingan Pilpres.

"KBRI Riyadh jaraknya 1100 km dari Jeddah. Tidak benar Menlu RI datang ke Arab Saudi untuk mengarahkan KBRI dan KJRI menyukseskan pasangan capres-cawapres tertentu. Tuduhan Rizieq Shihab di Kota suci Madinah tersebut, fitnah,” ucap Agus dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/4/2019).

Tak hanya menampik kabar tersebut, Agus juga mengklarifikasi pernyataan Rizieq Shihablainnya, yang menuduh dirinya mencabut paspor Imam Besar FPI itu. Dalam video yang beredar, Rizieq juga menuding Dubes RI di Arab Saudi akan mencabut paspor WNI yang mendukung pasangan capres-cawapres tertentu.

"Tuduhan tersebut adalah sangat tidak berdasar dan mengarah pada penyebaran fitnah yang sistimatis terhadap perwakilan RI yang berada di Arab Saudi,” kata dia.

 

2 of 2

Jangan Lempar Fitnah

Agus menegaskan, tugas KBRI adalah memberikan perlindungan dan pelayanan kepada semua WNI yang sudah, atau sedang berada di Arab Saudi yang salah satunya adalah menerbitkan, memperpanjang paspor dan juga menerbitkan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor).

"Bukan mencabut paspor-paspor WNI. Apa yang di sampaikan Rizieq Shihab, jelas sebuah fitnah,” kata dia.

Agus pun meminta kepada Rizieq, yang kini bermukim di Mekkah untuk tidak mengotori kesucian kota tersebut dengan tudingan-tudingan yang mengarah kepada fitnah. 

"Sebagai sesama santri yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren, saya pesankan kepada Rizieq Shihab, bahwa Kota suci Makkah dikenal sebagai kota turunnya wahyu pertama, dan kota Madinah adalah kota suci yang dikenal dengan Manba’ al-Ahadis an-Nabawiyyah as-Syarifah. Jangan kotori kesucian Makkah Madinah dengan menebar Kalimatul fitan as-Syani’ah (kata-kata penuh fitnah yang keji),” ucap dia.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Lanjutkan Membaca ↓