Mahyudin: Empat Pilar Itu Sudah Ada Dalam Diri Sendiri

Oleh stella maris pada 21 Mar 2019, 16:36 WIB
Wakil Ketua MPR Mahyudin

Liputan6.com, Jakarta Ada banyak cara sederhana mengaplikasikan Empat Pilar MPR RI, dengan belajar berbuat baik sekaligus mempelajari kebaikan orang lain, bukan mencari kesalahan orang lain. 

Selain itu jangan suka sombong karena tidak berfaedah. Bahkan orang yang sombong, tidak suka dengan kesombongan orang lain. Sedangkan orang baik akan diterima oleh semua orang.

Seperti orang Islam, jadilah orang Islam yang baik. Ikuti saja apa yang menjadi rukunnya orang Islam yang lima. Syahadat, salat, puasa, zakat dan naik haji. Kalau semua rukun itu dilakukan dengan baik, ikhlas semata karena Allah, insya Allah akan selamat dunia akhirat.

"Empat pilar itu sudah ada dalam diri sendiri, tinggal mau atau tidak, jangan sampai kita kalah sama keburukan. Kalau kita bisa mengalahkan kejahatan, itulah sebagian nilai-nilai empat pilar itu," kata Mahyudin di Pendopo Kabupaten Kukar, Kamis (21/3).

Pernyataan itu disampaikan Mahyudin menjawab pertanyaan salah seorang peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR, kerjasama MPR dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Kartanegara. 

Pancasila sebagai salah satu, dari empat pilar MPR kata Mahyudin mencakup semua tingkah laku dan sopan santun yang dimiliki bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, asal berperilaku baik, sesuai tata krama dan sopan santun bangsa Indonesia, berarti kita sudah mengaplikasikan empat pilar dalam kehidupan sehari hari.

Pada kesempatan itu, Mahyudin menyampaikan kritiknya terhadap demokrasi Indonesia yang dinilai sangat mahal. Akibat mahalnya pelaksanaan demokrasi di Indonesia, kata Mahyudin banyak pejabat yang sengaja mencari pengusaha yang mau membiayai ongkos politik, sebagai kompensasi adalah proyek atau lahan.

"Pejabat seperti ini tidak akan banyak memikirkan rakyatnya. Karena dia lebih memikirkan cara bagaimana mengembalikan modal politik kepada pengusaha yang telah membantun. Dan itu menjadi salah satu penyebab banyaknya pejabat korupsi," kata Mahyudin menambahkan.

 

 

(*)