Wapres JK dan PM Djibouti Bahas Kerjasama Pengembangan Geotermal

Oleh Liputan6.com pada 15 Mar 2019, 04:02 WIB
Wapres Jusuf Kalla Saat Menerima Kedatangan Perdana Menteri Republik Djibouti HE Mr. Abdoulkader Kamil Mohamed. (Foto: Merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menerima kunjungan Perdana Menteri Republik Djibouti HE Mr. Abdoulkader Kamil Mohamed di Istana Wapres, Jakarta, Kamis 14 Maret 2019. Dalam pertemuannya mereka membahas beberapa hal, salah satunya terkait pengembangan ilmu pengembangan khususnya kerja sama terkait energi panas bumi atau geotermal.

"Kami telah menyepakati berbagai antra Indonesia dan Djibouti khusunya di bidang pengembangan ilmu pengetahuan khususnya kerjasama geotermal," kata Abdoulkader usai bertemu JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis 14 Maret 2019.

Mereka pun berharap Indonesia bisa meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan para ahli di industri geotermal di Djibouti.

"Pemerintah Indonesia akan membantu kemampuan Djibouti untuk dapat mengembangkan industri geotermalnya. Sementara ini lahan yang ada di Indonesia dan lahan yang ada di Djibouti serupa. kami mengharapakan dukungan dari pemerintah Indonesia, terhadap pengembangan industri geotermal di sana," papar Abdoulkader.

JK, kata Abdoulkader, akan memberikan fasilitas pendidikan bagi mahasiswa Djibouti untuk belajar industri geotermal di Indonesia.

"Karena itu pemerintah Indonesia memilki kemampuan di sektor itu, di bidang itu. Telah membantu negara tetangga kita yaitu Kenya. untuk mengembangkan industri berkelanjutannya, energi berkelanjutannya. Oleh karena itu kami mengharapkan hal yg sama untuk Djibouti," kata Abdoulkader.

 

2 of 2

Beri Beasiswa

Sementara Pemerintah Indonesia Indonesia menyanggupi untuk memberikan pendidikan kepada Djibouti untuk belajar terkait pengembangan energi geotermal.

"Pak Wapres mengatakan oke, kita sanggupi untuk memberikan pendidikan kepada orang-orang Djiboti yang akan belajar dibidang geotermal. Mungkin kita bisa mulai dengan memberikan 25 beasiswa untuk pendidikan geotermal di Indonesia untuk mereka," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis 14 Maret 2019.

Retno menjelaskan alasan Djiboti memilih Indonesia untuk melakukan kerja sama. Sebab, Indonesia adalah negara dengan reserve geotermal yang paling besar di dunia. Dan kata Retno, Indonesia juga memiliki pendidikan pelatihan untuk geotermal yang lumanyan baik.

 

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓