4 Temuan Baru Polisi Pascaledakan di Rumah Terduga Teroris Sibolga

Oleh Maria Flora pada 15 Mar 2019, 07:17 WIB
Diperbarui 15 Mar 2019, 20:15 WIB
Ilustrasi ledakan bom

Liputan6.com, Jakarta - Tindak tegas yang dilakukan Tim Densus 88 Antiteror terhadap terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara Husain alias Abu Hamzah diapresiasi Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Dia pun meminta para pelaku jaringan teroris yang masih tersisa untuk segera ditangkap. Karena dikhawatirkan akan tumbuh jaringan-jaringan baru yang dapat membahayakan masyarakat.

"Kita harapkan ke depan ini lebih dikembangkan lagi sehingga sel-sel yang masih tersisa yang belum ketemu bisa ditemukan," jelas Jokowi.

Sebelumnya penangkapan Abu Hamzah, terduga teroris di Sibolga dilakukan Densus 88 pada Selasa, 12 Maret 2019. Pria yang diduga merupakan pelaku jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS ini diciduk di pekarangan rumahnya.

Melihat sang suami ditangkap, perlawanan dilakukan istrinya dengan melemparkan bom lontong ke arah petugas. Selama kurang lebih 10 jam bertahan, Selasa dini hari Uma Baru meledakkan diri dengan bom rakitan bersama anak-anaknya.

Berikut sejumlah temuan baru polisi pascaistri terduga teroris Sibolga meledakkan diri?

 

2 of 6

3 Kuintal Bom di Rumah Abu Hamzah

Pascaledakan, Densus 88 tak langsung merangsek ke dalam rumah terduga teroris. Mereka masih melakukan sterilisasi terhadap benda-benda berbahaya yang dikhawatirkan masih mengandung radioaktif di sekitar rumah Abu Hamzah. Terlebih bom sempat meledak dua kali.

Begitu pun dengan jasad Uma Abu,istri terduga teroris Sibolga. Mereka pun masih menunggu tim laboratorium forensik dan Inafis.

Usai kondisi lokasi dinyatakan steril penyisiran pun dilakukan. Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), tim Densus 88 mendapatkan banyak barang bukti berupa bom di dalam tempat tinggal Abu Hamzah. Jumlah bahan peledak pun tak tanggung-tanggung, diperkirakan mencapai 3 kuintal.

3 of 6

Bom Milik Abu Hamzah Diledakkan

Yaman Diguncang Bom Bunuh Diri, WNI Dihimbau Waspada
Bom bunuh diri (ilustrasi).

Bukit di wilayah Rindu Alam Sibuluan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menjadi lokasi yang dipilih Tim Gegana Polri untuk meledakan 300 kilogram bom milik para terduga teroris.

Bahan peledak ditanam di dalam lubang sedalam 5 meter lebih untuk mencegah jatuhnya korban. Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto ikut memantau peledakan bom tersebut.

4 of 6

Warga yang Trauma

6 Agustus 2015, Bom Bunuh Diri Guncang Masjid di Markas Polisi Arab
Ilustrasi Ledakan Bom. Foto: Pixabay.com

Setelah lokasi rumah terduga teroris Sibolga dikatakan kondusif dari bom, warga disekitar rumah Abu Hamzah hingga kini masih memilih untuk mengungsi. Mereka masih trauma dan takut akibat insiden tersebut.

Salah satunya dirasakan Dewi Susanti Chaniago. Dia terpaksa meninggalkan rumah yang memang dekat dengan lokasi ledakan hingga kondisi aman. Warga juga tak meyangga bahwa tetangga mereka adalah para terduga teroris.

Saat ledakan terjadi, rumahnya sontak dipenuhi pecahan kaca akibat kuatnya getaran. Dia pun kembali ke rumah hanya untuk sekedar membersihkan pecahan kaca, lalu berkemas pergi.

5 of 6

Densus 88 Ringkus 2 Teman Teroris Sibolga

Bom Teroris
Ilustrasi Foto Teroris (iStockphoto)

Usai penangkapan terduga teroris Abu Hamzah di rumanya, Tim Densus 88 kembali meringkus dua terduga teroris lainnya. Mereka adalah AK alias Ameng alias Abu Halimah dan ZP alias Ogek Zul. Keduanya merupakan teman terduga teroris, Husain alias Abu Hamzah

Apa peran keduanya?

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Ameng berperan sebagai penyandang dana untuk membeli berbagai kebutuhan untuk merakit bom, sebesar Rp 15 juta.

Dari tangannya, polisi juga menyita barang bukti berupa satu buah rompi berisi 10 bom pipa dan satu kardus berisi bahan peledak yang masih diperiksa di laboratorium forensik.

Sementara Ogek yang ditangkap di Jalan Singsingmangaraja, Kota Sibolga, berperan aktif dalam merencakan amaliah. Dia juga turut menyimpan bahan peledak.

"Ada sekitar 300 kilogram bahan peledak yang diamankan polisi dari para terduga teroris itu. Ini cukup besar," kata Dedi.

6 of 6

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓