Ibu dan Anak Korban KRL Anjlok di Bogor Dirujuk ke RS Siloam

Oleh Achmad Sudarno pada 10 Mar 2019, 15:46 WIB
Penampakan Terkini Kondisi KRL yang Anjlok di Bogor

Liputan6.com, Bogor - Sembilan korban kereta rel listrik (KRL) anjlok hingga menabrak tiang di Kebon Pedes, Kota Bogor dibawa ke Rumah Sakit Salak. Dua di antaranya harus dirujuk ke Rumah Sakit Siloam karena diduga luka patah tulang.

"Ada dua pasien ibu dan anak harus kita rujuk ke rumah sakit lebih tinggi karena membutuhkan citi scan," kata Kepala RS Salak Mayor CPM dr Sarah, Sabtu (10/3/2019).

Sementara lima korban lainnya menjalani observasi. Sedangkan dua pasien lainnya sudah pulang karena hanya menderita luka ringan.

"Dua orang hanya berobat jalan saja," kata dia.

Menurut Sarah, umumnya korban kecelakaan KRL mengalami trauma. Selain itu, mereka juga mengalami benturan sehingga perlu dilakukan bedah sedang hingga ringan.

"Penanganan fraktur ditangani dokter bedah ortopedi. Kalau luka terbuka tidak ada, tetapi hanya trauma itu benturan memar, atau suspect fraktur bagian kaki," terang Sarah.

Selain itu, masinis kereta sudah dilakukan observasi berupa rontgen. Kedua kaki sebelah kanan memar dan tangannya mengalami sakit.

"Sudah kita rontgen semuannya. Saat ini, keadaannya sudah membaik dan lebih tenang di ruangan Kartika," ucap Sarah.

Namun dirinya belum mengetahui kapan masinis KRL diperbolehkan pulang. Karena hal imi tergantung kewenangan dokter yang menanganinya.

"Tidak sekarang. Kita observasi dulu sampai mana, baru kita perbolehkan pulang," kata dia.

2 of 2

19 Korban

Eva Chaerunnisa juru bicara commuterline menyebutkan, ada 19 korban kecelakaan commuterline. Dari 19 orang, lima diantaranya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit sore tadi.

Sedangkan 14 pasien masih menjalani perawatan di RS Salak, Siloam, Hermina, dan RS PMI.

"Umumnya terkena benturan dan lecet-lecet. Paling parah hanya masinis sehingga perlu rawat inap," ujar Eva ditemui di lokasi.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓