Anies Yakin Pelepasan Saham Perusahaan Bir Tidak Pengaruhi Pembangunan

Oleh Ika Defianti pada 08 Mar 2019, 14:24 WIB
Diperbarui 08 Mar 2019, 14:24 WIB
Pemprov DKI Jakarta Segera Ambil Alih Pengelolaan Air dari Swasta
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi keterangan terkait pengambilalihan pengelolaan air, Gedung Balai Kota Jakarta, Senin (11/2). Pemprov DKI akan mengambil alih pengelolaan air dari PT Aetra Air Jakarta dan PT PALYJA. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut Pemprov DKI Jakarta akan menerima uang hasil penjualan sebesar Rp 1,2 triliun bila melepas saham PT Delta Djakarta Tbk.

Anies juga mengatakan dividen setiap tahun dari perusahaan bir itu hampir sama dengan pajak tempat hiburan Alexis yang telah ditutup beberapa waktu lalu.

"Dividen dari saham ini (Delta Djakarta) per tahun rata-rata Rp 38 miliar. Itu ekuivalen dengan pajak yang dibayarkan tempat hiburan Alexis, kira-kira Rp 36 miliar. Alexis ditutup, enggak terasa tuh di Jakarta," kata Anies Anies di Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan bila saham perusahaan bir itu dipertahankan, Pemprov DKI Jakarta dapat menerina dividen Rp 1,2 trilliun dalam kurun waktu 40 tahun.

Karena hal itu, Anies Baswedan menyatakan telah menyampaikan rencana pelepasan itu kepada DPRD DKI Jakarta sejak Mei 2018. Akan tetapi, dia mengatakan surat tersebut belum direspon hingga saat ini.

"Kita harap dewan akan menyetujui, dan dewan pertanggungjawabkan pada rakyat karena mereka adalah wakil," jelas Anies.

Pelepaskan saham perusahaan PT Delta Jakarta sendiri merupakan salah satu janji Anies saat kampanye di Pilkada DKI 2017 lalu. Namun, hingga saat ini rencana itu belum terealisasi.

2 dari 2 halaman

Beda Pendapat Pimpinan Dewan

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi
Perbesar
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi memberikan keterangan sebelum meninggalkan Gedung KPK, Rabu (23/1). Kedatangan Prasetyo Edi Marsudi untuk menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menilai perusahaan bir tidak merugikan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, dia tetap menolak rencana pelepasan saham di PT Delta Djakarta Tbk.

"Saya tetap berprinsip, enggak ada yang merugikan untuk pemerintah daerah, apalagi yang dikatakan setahun dapat Rp 50 miliar," kata Prasetio di kantor DPRD DKI Jakarta, Senin, 4 MAret 2019.

Politisi PDI Perjuangan itu mengimbau agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dapat memikirkan kembali rencana pelepasan saham itu. Prasetio mengaku pihaknya pernah menerima surat dari Anies mengenai rencana pelepasan saham. 

Kendati begitu, dia mengaku hanya menghiraukannya dan hingga saat ini belum ada pembahasan bersama antara Pemprov DKI Jakarta dan DPRD.

Sementara itu, Pimpinan DPRD DKI Triwisaksana, justru mendukung Anies melepas saham PT Delta Jakarta Tbk. Dia menilai dengan melepas saham itu, Pemprov DKI dapat lebih fokus dalam mengatur peredaran minuman keras.

Karena tugas dari pemerintah itu bukanlah menjual atau mengedarkan minuman keras kepada warganya.

"Tapi justru menjadi regulator dalam kerangka mengatur peredaran minuman keras di tengah-tengah masyarakat," kata Triwisaksana saat dihubungi, Selasa, 5 Maret 2019.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebut dengan mempertahankan saham yang ada, Pemprov DKI tidak dapat secara bebas melakukan pengaturan. Dia berharap, Anies secepatnya menjual saham perusahaan bir tersebut ke pihak lain.

"Kalau pemerintah masih memiliki saham di PT Delta, itu kan pemerintah tidak bisa menjadi wasit yang adil untuk peredaran minuman keras," jelas Anies Baswedan. 

Lanjutkan Membaca ↓