Alasan Jokowi Naik KRL Commuter Line ke Bogor di Jam Sibuk

Oleh Lizsa Egeham pada 08 Mar 2019, 13:38 WIB
(Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Lampung - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjelaskan alasannya naik Kereta Listrik (KRL) commuter line ke Bogor di jam sibuk, pada Rabu 6 Maret 2019. Hal itu dilakukannya lantaran ingin merasakan secara langsung kondisi KRL di jam pulang kerja.

"Jadi saya kan tidak sekali dua kali naik KRL. Hanya saya naiknya pasti siang atau jam 10.00 atau jam 14.00 WIB. Jadi pada posisi yang tidak banyak yang naik agak ramai tapi sepi, masih bisa duduk," kata Jokowi saat peresmian Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar di Gerbang Tol Natar, Lampung Selatan, Jumat (8/3/2019). 

Jokowi mengaku mendapat masukan agar mencoba transportasi KRL di jam sibuk. Usai menghadiri acara kepresidenan di Jakarta Selatan, dia pun naik KRL dari Statiun Tanjung Barat.

"Ada yang menyampaikan kepada saya, Pak kalau mau nyoba KRL itu naik jam 06.00 sampai jam 08.00 pagi dan kalau sore itu jam 16.00 sampai jam 18.00 WIB," ucapnya.

Jokowi menegaskan bahwa tujuannya naik KRL pada jam sibuk hanyalah untuk melihat secara langsung kondisi penumpang, sekaligus merasakan berdesak-desakan sepulang kerja menuju rumahnya masing-masing. 

"Di dalam gerbong banyak yang menyampaikan kepada saya, pak tambah keretanya atau Pak tambah gerbongnya Pak dan ketemu artinya memang harus tambah gerbong atau tambah kereta," jelasnya.           

2 of 3

Tambah Kereta

Kendati begitu, Jokowi masih mempertimbangkan permintaan tersebut. Masalahnya, kata dia, apabila kereta ditambah maka akan banyak persimpangan yang ditutup. Sehingga, hal itu dikhawatirkan dapat menyebabkan kemacetan.

"Oleh sebab itu pekerjaan besar di Jakarta saya adalah elevated, kereta yang elevated (layang). Itu saja memang biaya besar tapi tidak ada jalan lain selain itu," sambung Jokowi.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓