Rencana Lepas Saham Perusahaan Bir Belum Direspons DPRD, Anies: Ini Risiko Politik

Oleh Ika Defianti pada 05 Mar 2019, 14:16 WIB
Diperbarui 05 Mar 2019, 14:16 WIB
Pemprov DKI Jakarta Segera Ambil Alih Pengelolaan Air dari Swasta
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi keterangan terkait pengambilalihan pengelolaan air, Gedung Balai Kota Jakarta, Senin (11/2). Menurut Anies, selama ini kinerja mitra swasta tidak mencapai target melayani masyarakat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat ke DPRD DKI Jakarta mengenai rencana pelepasan saham PT Delta Djakarta Tbk. Namun, surat tersebut belum berbalas sejak dikirim pada Mei 2018.

"Sampai sekarang belum ada tanggapan. Iya itulah risikonya, kalau politik jadi rumit di situ," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengakui pihaknya belum membalas surat dari Anies untuk rencana pelepasan saham.

Menurutnya, perusahaan bir tidak merugikan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, dia tetap menolak rencana pelepasan saham di PT Delta Djakarta Tbk. 

"Saya tetap berprinsip, enggak ada yang merugikan untuk pemerintah daerah, apalagi yang dikatakan setahun dapat Rp 50 miliar," ujar Prasetio di kantor DPRD DKI Jakarta, Senin (4/3/2019).

Politisi PDI Perjuangan itu mengimbau agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dapat memikirkan kembali rencana pelepasan saham itu. Prasetio mengaku pihaknya pernah menerima surat dari Anies mengenai rencana pelepasan saham.

Kendati begitu, dia mengaku hanya menghiraukannya dan hingga saat ini belum ada pembahasan bersama antara Pemprov DKI Jakarta dan DPRD.

 

2 dari 2 halaman

Janji di Pilkada

Untuk diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah berjanji akan melepaskan saham perusahaan PT Delta Jakarta, hingga saat ini rencananya masih belum terealisasi.

Janji untuk menjual saham PT Delta ini diungkapkan Anies-Sandi saat maju Pilgub Jakarta. Pada April 2018, pasangan Gubernur DKI Jakarta sudah sepakat dan sudah memulai proses penjualan kepemilikan saham tersebut. Namun, hingga kini saham masih belum resmi dijual.

Saat ini, berbagai kajian telah dilakukan untuk segera merampungkan rencana pelepasan saham tersebut.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Lanjutkan Membaca ↓