Korban Tanah Bergerak Banjarnegara Minta Relokasi

Oleh Maria Flora pada 22 Feb 2019, 14:10 WIB

Fokus, Banjarnegara - Puluhan korban tanah bergerak di Banjarnegara, Jawa Tengah, meminta direlokasi. Pasalnya, mereka tidak mungkin lagi tinggal di rumah yang telah rusak parah akibat tanah bergerak.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Jumat (22/2/2019), akibat bencana tanah bergerak di Banjarnegara, tercatat telah merusak 22 rumah yang dihuni 25 kepala keluarga. Tujuh di antaranya rusak berat hingga tidak bisa ditinggali lagi.

“Kami ngin pindah ke yang layak ditempati secapatnya,” ujar Tumini, salah satu korban. 

 

Untuk mengetahui kondisi tanah di lokasi kejadian, petugas BPBD Banjarnegara memasang alat pendeteksi pergerakan tanah dan tanah longsor di puncak bukit. Alat pemantau merupakan karya seorang staf BPBD Banjarnegara yang di beri nama Elwasi (eling, waspada, dan siaga).  

Alat tersebut berfungsi sebagai peringatan bagi warga yang tinggal di area rawan bencana. Alat ini di pasang di titik yang di pastikan merupakan sumber terjadinya pergerakan tanah dan dapat di pantau langsung oleh warga.  

“Masih banyak yang membutuhkan alat ini. Kita juga harus melatih siap siaga masyarakat,” ujar petugas pencegahan BPBD Banjarnegara Andri Sulistyo.  

Dari data BPBD Banjarnegara,  70 persen dari 20 kecamatan merupakan zona merah rawan terjadinya bencana alam tanah bergerak dan longsor. (Karlina Sintia Dewi)