TNI AD Beli Kendaraan Taktis dan Amunisi Roket ke Brasil

pada 22 Feb 2019, 08:45 WIB
Diperbarui 22 Feb 2019, 08:45 WIB
20150902-Ryamizard Ryacudu-Jakarta
Perbesar
Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu (baju putih) memeriksa kondisi tank di Markas Yonkav I di Cijantung Jakarta, Rabu (2/9/2015). Sidak terkait inventarisir kelengkapan alutsista yang dimiliki TNI. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Jakarta - Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Tatang sudah bertolak ke Brasil untuk memastikan seluruh belanja alat utama sistem persenjataan (alutsista) berjalan baik. Kerja sama pengadaan alutsista dengan Negeri Samba itu dilakukan lewat perusahaan bernama Avibras.

"Meliputi rantis (kendaraan taktis) khusus armed AV-RMD dan AV-FCU serta amunisi roket Astros dengan beberapa varian," terang Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya kemarin, Kamis, 20 Februari 2019.

Candra menyampaikan, AV-RMD (Armoured Vehicle-Remuniciadora) adalah kendaraan taktis penyuplai amunisi berlapis baja.

Sementara itu, AV-FCU alias Armoured Vehicle- Fire Control Unit merupakan kendaraan taktis yang biasa dipakai untuk mengontrol roket. "Dan melakukan tracking roket," kata dia.

Tentu saja semua alutsista itu tidak sembarangan didatangkan TNI AD. Mereka sudah melakukan kajian sebelum meminta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membeli alutsista tersebut. Selain itu, alutsista buatan Avibras tersebut sudah masuk minimum essential force (MEF) Angkatan Darat Indonesia.

Apabila berjalan sesuai dengan rencana, satu per satu alutsista dari Brasil sudah berdatangan ke Indonesia mulai pertengahan tahun ini. Tepatnya, lanjut Candra, alutsista tersebut diperkirakan sudah berada di tanah air mulai Agustus. Dia pun menyampaikan bahwa semua alutsista itu akan disebar ke satuan artileri medan (armed).

 

Simak berita lainnya di Jawapos.

2 dari 3 halaman

Produk Alutsista Buatan Indonesia

Sementara, alutsista buatan Indonesia justru semakin banyak dipesan negara lain. Jika promosi produk strategis tersebut diperluas ke pasar Afrika termasuk Mesir, diprediksi alutsista Tanah Air akan makin banyak dilirik negara-negara di kawasan tersebut.

"Kualitas produk alutsista kita sudah dipakai di banyak negara serta memiliki harga yang kompetitif sehingga akan mampu bersaing dengan produsen senjata lain," ujar Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi di Jakarta, Minggu (10/2/2019), melalui pernyataan tertulisnya.

Dubes Helmy menjelaskan pihak Mabes TNI sudah melakukan penjajakan kerja sama pertahanan Indonesia-Mesir. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Marsekal Muda TNI Kisenda Wiranata Kusuma ke Mesir pada 6-8 Februari lalu.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓