Salurkan Dana PKH untuk Warga NTT, Kemensos: Jangan Dipakai Belanja ke Mal

Oleh Ola Keda pada 21 Feb 2019, 05:02 WIB
Diperbarui 21 Feb 2019, 05:02 WIB
ementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan dana Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan pangan non tunai (BPNT) tahap I 2019 di NTT. (Liputan6.com/Ola Keda)
Perbesar
Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan dana Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan pangan non tunai (BPNT) tahap I 2019 di NTT. (Liputan6.com/Ola Keda)

Liputan6.com, Kupang - Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan dana Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan pangan non tunai (BPNT) tahap I 2019 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan Sosial PKH dan BPNT tahap I 2019, yang disalurkan untuk Provinsi NTT senilai Rp 648,1 miliar lebih,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kemensos, Harry Hikmat saat bertatap muka dengan penerima PKH dan BPNT di Kupang, Rabu, (20/2/2019). 

Berdasarkan data Kemensos jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) tahap I untuk PKH  429.163 KPM dengan dana Rp 648 miliar. Sedangkan BPNT (Rastra) sebanyak 701.552 dengan total dana Rp77,1 miliar, sehingga total dana yang akan disalurkan tahap I mencapai Rp725 miliar lebih.

Namun, jumlah dana yang baru tersalurkan pada tahap I, PKH kepada 376.880 KPM sebesar Rp577 miliar lebuh dan BPNT kepada 455.947 KPM sebesar Rp50,1 miliar lebih, sehingga total penerima dana PKH dan BPNT sebesar Rp648,1 miliar lebih.

Dia berharap dana ini dimanfaatkan dengan baik oleh penerima manfaat untuk peningkatakan kesejahteraan keluarga.

"Jangan setelah menerima uang itu, lalu mengajak keluarga untuk ke Mall,” tegas dia.

Dia mengatakan upaya mendorong kemandirian dan kesejahteraan di kalangan KPM PKH dilakukan melalui kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Familly Development Session (FDS).

Kegiatan P2K2 atau FDS dilakukan secara masif oleh para pendamping PKH ke setiap KPM. Pendamping mengarahkan KPM agar memanfaatkan bantuan PKH untuk keperluan produktif antara lain meningkatkan kesehatan Ibu dan anak melalui pembelian pangan yang mendukung pada peningkatan gizi.

Meningkatkan partisipasi sekolah bagi anak-anak agar dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dan mewujudkan kemandirian ekonomi agar KPM ke depan tidak lagi bergantung pada bantuan PKH.

Kementerian Sosial terus melakukan upaya-upaya agar kemandirian dan kesejahteraan dapat segera terbangun di kalangan KPM PKH,” kata dia. 

 

2 dari 2 halaman

Beri Penghargaan Anak Berprestasi

Program PKH dan BPNT merupakan keberhasilan pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan. Karena itu, dia berharap kesungguhan dan disiplin ibu-ibu khususnya KPM PKH dalam mengikuti PKH dan memanfaatkan PKH sebagai kesempatan untuk terus memperbaiki hidup agar kelak keluarga ibu-ibu KPM menjadi sejahtera dan mandiri.

“Ini bentuk keseriusan Presiden Jokowi untuk memberantas kemiskinan,” kata Harry Hikmat.

Pada kesempatan itu, Menteri Perindutrian, Airlangga Hartarto memberikan penghargaan kepada tiga anak berprestasi penerima PKH, berupa bantuan beasiswa sebesar Rp1 juta, serta ibu-ibu yang berhasil membuka usaha melalui dana PKH.

Airlangga Hartarto dalam sambutannya mengatakan Kementrian perindustrian siap mendukung program PKH melalui program pelatihan kewirausahaan.

"Silahkan mengatur dengan dinas, kami akan bantu menjual secara online,” ucap dia. 

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:  

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait