Mahfud Md: Indonesia Berjaya di 2045

Oleh Nanda Perdana Putra pada 18 Feb 2019, 20:58 WIB
Diperbarui 18 Feb 2019, 21:16 WIB
Rawat Kebhinekaan Lewat Jelajah Kebangsaan

Liputan6.com, Jakarta - Gerakan Suluh Kebangsaan menggelar acara Jelajah Nusantara 2019 ke sembilan stasiun di sejumlah kota di Pulau Jawa. Salah satu dialog yang diselenggarakan adalah upaya menyongsong Indonesia emas pada 2045.

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud Md menyampaikan, bangsa Indonesia selama ini mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan demokrasi. Untuk itu, tidak mustahil pada 2045 nanti akan menjadi tahun kejayaan Indonesia.

"Saat ini pemerintah mencanangkan 2045 adalah kejayaan Indonesia. 100 tahun merdeka, Indonesia akan jaya," tutur Mahfud di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2019).

Menurut Mahfud, semua akan berjalan lancar jika seluruh instrumen potensi di negeri ini terintegrasi dengan baik. Indonesia akan menjadi salah satu dari tiga negara besar dunia 26 tahun lagi dari sekarang.

"Kita punya semua modal dasar untuk itu. Kebhinekaan, sumber daya alam, demografi, semua bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya," jelas dia.

Lebih lanjut, dialog bertemakan 'Mengokohkan Kebangsaan Menyongsong Indonesia Emas 2045' itu perlu dilakukan agar seluruh elemen bangsa sadar akan potensi itu.

"Kita akan analisis sore ini. Karena ada yang mengatakan Indonesia belum tentu sampai 2045," kata Mahfud.

2 dari 2 halaman

Masyarakat Pancasila Belum Terwujud

Mantan Wakil Presiden Indonesia Tri Sutrisno menambahkan, selama 73 tahun Indonesia merdeka, masyarakat Pancasila dinilai belum terwujud. Padahal sejak saat berjuang merebut kemerdekaan sendiri sudah jelas arahnya.

"Merumuskan ideologi bangsa dan pandangan hidup Pancasila dan dipilih NKRI," ujar Tri Sutrisno.

Untuk itu, 26 tahun ke depan, diharapkan Indonesia emas dapat terwujud, salah satunya adalah masyarakat Pancasila yang artinya warga negara berkarakter dan paham tentang nilai Indonesia.

"Karena pancasila isinya, valuenya kebersamaan. Sedangkan yang lain, orang Barat itu individual liberalis. Oleh karena itu dalam sisa 26 tahun ini, unsur seluruh bangsa mari merenungi kesepakatan kita bersama bahwa telah menyetujui harta khasanah untuk diwujudkan sebagai bangsa yang merdeka," Tri Sutrisno menandaskan.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓