Belasan Siswa SD di Solo Ditolak Bersekolah karena Idap HIV

Oleh Muhammad Ali pada 16 Feb 2019, 08:36 WIB
Diperbarui 16 Feb 2019, 09:46 WIB

Liputan6.com, Solo - Terkait ditolaknya belasan siswa SD bersekolah, pihak Pemerintah Kota Solo bergerak cepat. Mereka langsung menyiapkan sekolah pengganti agar ke-14 siswa SD yang dikeluarkan, bisa kembali bersekolah.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Sabtu (16/2/2019), lokasi sekolah yang disiapkan tidak akan jauh dari rumah para siswa. Sebelumnya, mereka diminta keluar oleh sejumlah orang tua siswa karena diduga terinveksi virus HIV AIDS.

Di tempat terpisah, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta Pemkot Solo aktif memberi edukasi ke masyarakat, terutama soal penyebaran virus HIV AIDS.

"Dijelaskan kepada orangtua apa itu HIV, bagaimana cara penularannya, bagaimana cara kita menghadapinya. Mereka kan butuh ditemeni, mereka butuh diajari," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ganjar menjamin semua anak usia sekolah dasar berhak mendapat pendidikan. Saat ini ke 14 siswa tersebut, ditampung di Yayasan Lentera, rumah khusus untuk para penderita HIV AIDS di Solo. (Rio Audhitama Sihombing)