Kisah Haru Bocah Yatim Piatu Penjual Cilok di Tangsel yang Bercita-cita jadi Pemain Persib

Oleh Nila Chrisna Yulika pada 15 Feb 2019, 09:20 WIB

Fokus, Tangerang Selatan - Seorang murid sekolah dasar (SD) di Jurangmangu, Tangerang Selatan, harus membantu mengurus adiknya yang masih bayi, setelah kedua orangtuanya meninggal dunia. Dia terpaksa berjualan cilok untuk menghidupi keluarganya.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Jumat (15/2/2019), dalam kesehariannya, Muhamad Saputra alias Putra (12), harus membantu kakaknya mengasuh kedua adiknya yang masih kecil, setelah kedua orangtuanya meninggal dunia.

Sudah hampir setahun, Putra bersama ketiga saudaranya menjadi yatim piatu. Ibunya meninggal tak lama setelah melahirkan adiknya yang kini berusia 10 bulan. Tak lama kemudian, ayahnya juga meninggal karena menderita sakit paru-paru. Mereka tinggal di sebuah bedeng kecil peninggalan orangtuanya.

Selain membantu mengasuh adik bayinya, Putra juga berjualan cilok. Saat berangkat ke sekolah di SD Negeri 01 Jurangmangu Timur, Putra membawa dagangannya untuk dijual di area sekolah. Cilok yang dijajakan di sekolah merupakan buatan sendiri bersama sang kakak. Putra berjualan di area sekolah saat jam istrirahat.

Sepulang sekolah, Putra akan melanjutkan berjualan cilok di daerah Bintaro dan sekitarnya dengan sepeda. Jika hari libur tiba, Putra menyempatkan diri bermain sepak bola. Pihak sekolah tidak melarang aktivitas putra berjualan karena tahu kondisi keluarganya. Bahkan putra yang sempat putus sekolah, juga dibantu terutama untuk pakaian seragam.

Bocah yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola itu mengaku tak merasa minder, meski harus berjualan untuk membantu sang kakak merawat adik-adiknya. Ia juga tak pernah mengeluh meski kehilangan waktu bermain bersama teman-temannya.

Putra berharap suatu hari kelak ia bisa merumput bersama tim kesayangannya, Persib Bandung, agar kehidupan keluarganya menjadi lebih baik. (Galuh Garmabrata)