Menteri Pertanian Sebut Peran Penting Perempuan Untuk Perekonomian Indonesia

Oleh stella maris pada 13 Feb 2019, 15:20 WIB
Diperbarui 14 Feb 2019, 14:15 WIB
Kementerian Pertanian

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) bekerjasama dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), untuk mendorong peran perempuan pengusaha dalam membangun perekonomian Indonesia. Sehubungan dengan kerjasama itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasinya saat menghadiri acara Ulang Tahun IWAPI ke-44.

"Ada 49 persen perempuan di Indonesia. Kami butuh banyak perempuan pengusaha untuk membangkitkan ekonomi Indonesia. Memberdayakan perempuan berarti memberdayakan keluarga, memberdayakan generasi masa depan Indonesia," kata Amran dalam sambutannya, Rabu (13/2). 

Dalam acara tersebut, Amran berkesempatan membagikan benih jeruk sebanyak 25 ribu pohon, benih jagung untuk 72 hektare, domba atau kambing 500 ekor, dan 5 ribu ekor bibit ayam kampung atau Day of Chicken (DoC).

"Bantuan ini bisa lebih bahkan dua kali lipat sesuai dengan kebutuhan. Kami buka akses bantuan gratis untuk IWAPI ke Ditjen Hortikultura, Tanaman Pangan, dan Peternakan," ujar Amran.

Dia juga menyampaikan bahwa pengusaha bidang pertanian saat ini semakin dipermudah. Terbukti dari investasi dan ekspor yang jadi kunci pembangunan pertanian Indonesia semakin bergairah. Buktinya, Kementan berhasil meningkatkan Investasi dari Rp29,3 triliun di 2013 menjadi 61,6 triliun. Jumlah tersebut meningkat 110 persen.

Demikian juga dengan tren ekspor pertanian secara nasional yang nilainya meningkat 29,7 persen, dari Rp 384,9 di 2016 triliun menjadi Rp 499,3 tirliun pada 2018.

"Selain penyederhanaan regulasi, amanat presiden juga meminta penyederhanaan perizinan melalui Online Single Submission (OSS). Jika dulu izin investasi bisa memakan waktu tiga tahun, sekarang surat untuk izin investasi hanya butuh tiga jam," terang Amran.

 

Kementan
Amran juga membagikan puluhan ribu bibit pohon.

Dihadapan para pengusaha perempuan tersebut, Amran juga membanggakan capaian inflasi pangan yang bisa ditekan. BPS mencatat inflasi pangan pada 2013 sebesar 11,71 persen, menjadi 1,26 persen pada 2017. Indikator lain terkait kesejahteraan petani juga membaik, seperti Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) membaik, sementara kemiskinan di desa menurun.

Sementara itu, Ketua IWAPI Nita Yudi menyampaikan bahwa acara yang bertajuk Pemberdayaan Perempuan dan Milenial dalam Industri 4.0 Bidang Pertanian Menuju Terwujudnya Agroindustri Pertanian Berkelanjutan dihadiri oleh 2.000 angota IWAPI. DAri ribuan jumlah itu hadir 14 Ketua DPD dan 25 Ketua DPC IWAPI.

Menurutnya, IWAPI sudah mendapat bantuan bibit dari Kementan sejak 2017, beberapa daerah bahkan sudah berhasil mengembangkan angribisnisnya.

"Sesuai keinginan Bapak Presiden yang hadir pada Rakernas IWAPI pada Oktober 2018, kami butuh lebih banyak lagi perempuan pengusaha. Kerjasama denga Kementan ini adalah salah satu upaya untuk menuju peningkatan tersebut," jelas Nita.

Tak ingin kehilangan momen, Amran juga berkesempatan berdialog dan langsung memberikan solusi untuk beberapa anggota IWAPI. Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Jendral Hortikultura Suwandi, Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Nasrullah, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi UKM Yuana Setyowati, Direktur Komersial Bulog Judith Dipodiputro, dan Kepala Biro Produksi dan Industri Pemprov Jabar Taufik Garsadi.

 

 

(*)