Jokowi Sebut Anggaran BPJS Kesehatan Cair pada Maret dan April 2019

Oleh Rita Ayuningtyas pada 13 Feb 2019, 07:51 WIB
Diperbarui 13 Feb 2019, 09:39 WIB

Fokus, Depok - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2019 di Gedung Pusdiklat Pendidikan dan Debudayaan di Pusdiklat Kemendikbud Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Rabu (13/2/2019), dalam sambutannya, Jokowi menekankan, mendikbud harus mulai fokus pada pengembangan keterampilan tenaga pendidik.

"Guru-guru harus aktif terutama yang berkaitan dengan skill, kemampuan dalam melatih siswanya," ujar Presiden RI Joko Widodo.

Presiden Jokowi juga menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap pertama kepada 1.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang merupakan warga Depok. Penyerahan bantuan dilakukan di Graha Insan Cita Sukmajaya, Depok.

Dalam dialognya kepada penerima bantuan, Jokowi mengatakan, jumlah bantuan PKH dan bantuan pangan non-tunai (BNPT) untuk Jawa Barat mencapai Rp 2,19 triliun. Sementara, untuk Kota Depok sendiri berjumlah Rp 70 miliar.

Dari Depok, Jokowi melanjutkan kegiatannya ke Tangerang Selatan, Banten, guna menghadiri rapat kerja nasional kementerian kesehatan. Di hadapan para peserta rakernas yang digelar di ICE BSD, Jokowi mengatakan akan mencairkan anggaran BPJS kesehatan hingga triliunan rupiah pada Maret dan April 2019.

"Sudah kita kirim 6,38 triliun, kemudian awal Maret dan awal April kita kirim lagi," jelas Presiden RI Joko Widodo.

Lebih jauh, Jokowi mengatakan pemerintah akan terus membantu menyehatkan dalam pengelolaan BPJS kesehatan. Sehingga yang sehat bukan hanya masyarakat tetapi juga BPJS dan pihak rumah sakit. (Muhammad Gustirha Yunas)