Menristekdikti Resmikan Pusat Pengolahan Kakao UGM

Oleh Ratu Annisaa Suryasumirat pada 12 Feb 2019, 10:21 WIB
Diperbarui 12 Feb 2019, 10:21 WIB
Menristekdikti Saat Meresmikan Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu. (Foto: Liputan6.com/Istimewa)
Perbesar
Menristekdikti Saat Meresmikan Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu. (Foto: Liputan6.com/Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan fasilitas pengolahan biji kakao milik Universitas Gajah Mada (UGM). Fasilitas ini dinamakan Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu (PPKIPKT).

Nasir mengatakan, pabrik ini merupakan bagian dari program inovasi di Kemenristekdikti untuk menghilirkan riset terapan yang ada di industri PT Pagilaran di bawah koordinasi UGM. Nantinya, program inovasi ini akan menjadi bagian dari program pendidikan industri.

"Di masa yang akan datang para academicians (UGM) dan business society (PT Paligaran) dalam koordinasigovernment (Pemerintah RI melalui Kemenristekdikti), diharapkan terus berkolaborasi dengan peneliti, perekayasa dan inovator, untuk secara kontinu menghasilkan inovasi unggul buatan anak bangsa," ungkap Nasir dalam keterangan tertulisnya di Peresmian PPKIPKT UGM, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin 11  Februari 2019. 

Nasir menargetkan Indonesia bisa masuk sebagai negara produsen kakao yang siap dikonsumsi. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan fasilitas pengolahan biji kakao milik UGM ini.

Ia mencontohkan, bila satu hektar lahan dapat menghasilkan satu ton kakao, maka harus dipikirkan luas lahan yang lebih besar bisa menghasilkan 3 atau 4 ton kakao lebih banyak.

"Untuk itu diperlukan terus-menerus teknologi dan inovasi yang terbaru. Selain itu, manajemen Pusat Pengolahan Kakao UGM juga harus terus menerus disesuaikan dan beradaptasi dengan kemajuan revolusi industri 4.0 dan society 5.0 yang tengah mendunia saat ini," jelas Nasir.

Selain menghasilan berbagai inovasi, Nasir juga berharap akan selalu ada penelitian, rekayasa, dan inovasi baru yang dihasilkan oleh para mahasiswa pascasarjana PPKIPKT UGM.

Ia menargetkan para peneliti PPKIPKT UGM bisa berkolaborasi dengan peneliti lain di Indonesia maupun luar negeri untuk berinovasi memproduksi kakao. 

"Inovasi itu tidak terbatas, yang membatasinya hanya langit dan kemauan. Oleh sebab itu, para generasi muda Indonesia harus tidak pernah lelah untuk menghasilkan Good News From Indonesia dalam berbagai sektor," tukasnya.

Selain diresmikan Nasir, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga tampak hadir dalam acara ini. Selain itu turut hadir pula Bupati Batang, Wihaji dan Rektor UGM, Panut Mulyono.

 

 

2 dari 2 halaman

Bersaing dengan Eropa

Bersamaan dengan itu, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyatakan, Indonesia perlu menggunakan inovasi agar dapat menyaingi negara penghasil coklat dari Eropa.

"Kita sebagai penghasil kakao nomor tiga di dunia, kita tidak boleh hanya puas sebagai ‘supplier’ kakao, tapi kita harus menghasilkan produk akhir," ujar Airlangga.

Ia menyatakan, UGM dapat turut berpartisipasi dalam mendorong Indonesia dapat menjadi penghasil coklat dunia.

"Kami sudah sampaikan kepada Bapak Presiden bahwa pabrik ini adalah ‘teaching industry’, dimana diharapkan industrialisasi sudah masuk ke kampus," tandasnya.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓